Ada apa ! Sampai Oknum Kades Tersangka Ilegal Akses Sudah 1 Tahun Belum di Tahan

Peristiwa194 views

Ada apa ! Sampai Oknum Kades Tersangka Ilegal Akses Sudah 1 Tahun Belum di Tahan

Wartasulsel.net, Bulukumba Korban pencemaran nama baik oleh oknum kepala desa di Bulukumba, Sulawesi Selatan, mempertanyakan tersangka yang belum ditahan.

Daeng Manye

Korban berinisial MK, mengaku status oknum kepala desa berinisial S itu, telah ditetapkan tersangka oleh Cyber Krimsus Polda Sulsel.

Penetapan tersangka tertuang dalam surat pemanggilan dirinya sebagai tersangka pada 20 Mei 2024.

“Sebenarnya dia (Sp) sudah jadi tersangka tapi belum ditandatangani itu penahanannya. Jadi belum ditahan,” kata MK kepada wartawan, Rabu (26/6/2024).

Dirinya mengaku heran, lantaran kasus yang dilaporkan pada Juli 2023, dan terlapor yang sudah ditetapkan tersangka tak kunjung ditahan.

MK menjelaskan, awal mula kasus pencemaran nama baik itu, bermula saat MK masih menjabat sebagai bendahara desa lembang di Kecamatan Kajang, Bulukumba.

Sebagai bendahara, ia pun menggunakan laptop inventaris kantor desa.

Pada saat menggunakan laptop itu, MK menyandingkan nomor WhatsApp-nya agar bisa dibuka di laptop.

Namun, dirinya lupa mengeluarkan akun WhatsApp-nya di laptop tersebut.

Saat laptop inventaris diserahkan ke kepala desa S, sang kades mengakses percakapan WhatsApp pribadi MK di laptop.

“Terus nabuka itu laptop, terus na foto baru nasebar di grup. Itu WA-ku terhubungki di laptop terus na fotoki itu isi WA-ku nakirim di grup. Percakapan pribadiku semua na foto,” ujarnya.

Akibatnya, percakapan pribadi MK yang merupakan privasinya, pun tersebar di grup WhatsApp.

“Saya ke kantor desa, itu hari saya ketemu juga dengan itu Pak Desa, di situmi nabilangi berhentimaki berkantor. Jadi sejak itu Saya ndak pernah berkantor,” bebernya.

MK pun diminta untuk berhenti menjadi bendahara desa.

“Alasannya karena ada beberapa percakapan di WA yang menyinggung tentang dia. Tapi Saya kan ceritanya anuji ini pribadiji ketemanku ceritanya. Itupun percakapan lamami,” ungkapnya.

Sang kades S pun melaporkan MK ke camat setempat. Bahkan dirinya mengaku sempat diancam dan langsung di pecat akan dilaporkan.

Diketahui, surat pemanggilan S sebagai tersangka ditandatangani oleh Wadir Krimsus Polda Sulsel AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Sampai berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak krimsus polda sulsel.