Dana Liputan Media Rp 90 Juta, 10 Media Terima 11%, Oknum Wartawan: Saya Bekerja di Lapangan Baru Mau Dibagi Rata

Peristiwa23 views

Wartasulsel.net. Makassar- Salah satu oknum wartawan di kota Makassar berinisial RI telah menerima dana liputan media yang jumlah mencapai puluhan juta rupiah, Rabu 19/06/2024.

Salah satu ahli waris Pato bin kopi berinisial A kepada media ini mengungkapkan uang tersebut sebetulnya berjumlah 100 juta di peruntukkan uang media yang telah membantu mengangkat pemberitaan kala itu.

Daeng Manye

” Jadi uang di peruntukkan media yang meliput, dan saya hanya tahu kepada teman-teman semua, kalau RI itu hanya nonton saja apa yang dia urus itu tidak ada dan saya tahunya dia juga media ” Terang A kepada media di warkop samping Polsek Mamajang.

Dirinya juga menjelaskan bahwa aturan sebenarnya itu adalah 75 juta dengan 2 kali pencairan akan tetapi RI tetap ngotot dengan jumlah 100 juta dengan alasan banyak anak di belakang.

” Jadi dia bilang kasi cukup 100 saudara karena banyak anak-anak di belakang anak-anak yang dimaksud ialah kita-kita ini semua Karena pada hari itu kita kan kita ketemu di kantor pos semua ” Terang A.

Permintaan 100 juta kata A akhirnya di realisasikan lantaran kami melihat dari teman-teman media semua sewaktu ketemu di kantor pos, namun 100 juta tersebut dirinya potong 10 juta karena berhubung pada saat itu dirinya juga membutuhkan.

” Saya bilang iya nggak apa-apa Ji saya kasih 100 saya kasih 100 pada saat itu tapi saya pinjam 10 karena saya mau pakai juga ” Terangya.

Lebih lanjut kata A saat di berikan 100 R hanya meminta pembagian untuk anak dan bukan dirinya, sehingga pembagian untuk dirinya pada saat pencairan kedua di kemudian hari.

” Dia bilang Biar Mi saya di belakang, jadi dia bilang bahwa dia di belakang Pi karena kan perjanjiannya dua kali pencairan jadi dia bilang saya di belakang Pi Biar Mi anak-anak dulu jadi pada saat itu saya kasih ini karena saya hargai rekan-rekan media ” Tegas salah satu ahli waris A.

Selain itu kata A tugas R sebenarnya hanya sebatas membantu menyampaikan unek-unek ahli waris soal ribut-ribut dan adu argumen adalah kami ahli waris.

” Tugasnya itu hanya menyampaikan unek-unek ahli waris, jadi saya bilang seperti ini kalau cuma begitu jangankan ahli waris saya pun bisa jadi seperti itu dan saya bisa jauh lebih jauh daripada itu tapi kan saya masih hargai dia dan biar bagaimana dia adalah teman kita rekan-rekan media” terangnya.

A juga menyebut meminta kepada R agar di usahakan saja saya dikasih ketemu dengan salah satu ahli waris yang berseteru dan pada saat itu dirinyalah yang berdebat dan adu argumen dan pada saat itu R hanya nonton saja karena kapasitasnya hanya sebatas saja.

” Saya minta R harus ketemu dengan saya dan anak-anak media juga terkait dana 90 juta tersebut, agar tidak ada di rugikan, saya kira anak-anak sudah dibagikan 10 10 semua tapi kenyataannya kan tidak seperti itu ” Terang ahli waris A.

Salah satu ahli waris yang tertua Pato Win kopi berinisial S yang tak sengaja bertemu di warkop sentral Toddopuli tanggal 18/04/2024 pukul 15:56 mengatakan terkait dana 100 juta tersebut telah di berikan kepada R.

” Kami sudah tidak sejalan lagi sehingga tidak dipakai dalam pengurusan ini banyak berita-berita Menurut kami tidak tersampaikan” Terang S.

Sementara itu RI dalam Group Whatsapp sebelum mengeluar beberapa jurnalis yang menuntut haknya di kembalikan, inisial R mengaku memberikan uang kepada rekan-rekan media 11% dari hasil pengurusannya dan dirinya mengaku berdarah darah dalam pengurusan.

” Sangat luar biasa saya kasi mereka 11% tanpa bekerja…. Saya yang bekerja di lapangan hingga berdarah darah baru mau bagi rata ” Kilahnya.

(RUD).