by

PK5 Dan Jukir Liar Kuliner Pasar Ciduk Pakai Bahu Jalan, Sulitkan Pengendara Lain Melintas

Wartasulsel.net || Makassar – Sejumlah pengendara mengeluhkan keberadaan pedagang Pasar Kuliner yang menggelar lapakan mulai depan toko hingga ke bahu Jalan Tinumbu, Kelurahan Layang Kecamatan Bontoala Kota Makassar, (23/11/2022).

Pantauan awak media ini. Para pedagang yang menggelar lapakannya di Jalan Poros Tinumbu ini, menjual berbagai kebutuhan, dari makanan siap saji, sayur mayur, daging, ikan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Berada di sekitar persimpangan jl Ujung dan Sibula Dalam , kerap kali menyebabkan kemacetan, terutama pada waktu sore dan malam hari, sehingga kendaraan yang melintas hanya mampu melaju dengan kecepatan rendah.

Dengan adanya aktivitas pedagang yang memakai gerobak dan lapak pedagang yang memakai bahu jalan tersebut, menyebabkan kemacetan panjang sehingga mengganggu bagi pengendara yang melintas.

Seorang warga Kelurahan Totaka, Baharudin (50), mengungkapkan, sebelum lokasi pasar kuliner jarang mengalami antrean kendaraan, tetapi saat mendekati pasar, kendaraan pun kerap terhenti.

“Harusnya kan tidak ada hambatan ke pasar Cidu, ini pedagang Kuliner sampai ke badan jalan sehingga warga yang melintas merasa tidak nyaman,” kata Baharudin.

Sayangnya aktivitas ini pengontrolannya hanya bersifat sementara oleh pihak pihak terkait lainya. Dimana, diketahui ada pengguna jalan lain yang berhak menikmati tanpa harus merasa was-was.

Namun ada tindakan itu cuma sesaat, jika datang penindak merasa patuh aturan. Namun saat petugas pergi mereka kembali melakukan aktifitas yang meresahkan.

Aktifitas tersebut seolah-olah aman. Tapi kenyataannya acap kali badan jalan digunakan parkir liar. Hal ini bukan kali pertama. Namun sering ditempati PK5 yang menggunakan gerobak dan pedagang lainnya.

“Aktifitas menggunakan badan jalan di lokasi tersebut membuat ruas jalan jadi sempit dan tentunya menimbulkan kemacetan. Jadi kami meminta para penindak serius jangan cuma datang melihat dan tinggal di lokasi tidak hanya sejenak saja. Bila perlu ada petugas yang ditugaskan setiap hari secara bergilir di lokasi tersebut,” imbuhnya melanjutkan.

“Kami ingin seperti sebelumnya disaat melintas ruas jalan terbuka lebar. Tanpa ada parkiran di badan jalan. Nah aktifitas jukir di lokasi tersebut kan dinilai sangat meresahkan warga kala melintas setiap harinya,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply