by

PB-Hipermata: Forkopimda Jangan Terlalu Gegabah Paksakan Tahapan Pilkadesnya

Wartasulsel.net,-|| Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) merupakan salah satu Organisasi Kedaerahan dan Terbesar di Kabupaten Takalar yang senantiasa menjadi mitra kerja sekaligus mitra kritik bagi pemerintahan Kabupaten Takalar.

Hal ini tidak lepas dari tugasnya sebagai agent of change, iron stock, dan social control. Sehingga Hipermata selalu menyoroti penomena dan polemik yang terjadi di Kab Takalar.

Terkait dengan polemik yang terjadi terhadap tahapan pemilihan kepala desa serentak yang akan digelar tgl 4 Desember 2022 mendatang, Setahu kami ada sebanyak 30 lebih desa yang akan melaksanakan pesta Demokrasi ditingkat desa. Diantaranya ada 19 desa yang diduga bermasalah sehingga memicu para calon kepala desa yang tidak lolos seleksi dalam tahapan bersama pendukungnya turun kejalan dan menutup hampir seluruh ruas jalan poros yang ada di Kab Takalar.

Hampir satu pekan ini kondisi takalar sangat kacau balau dan yang paling parahnya lagi ketua P2KD dikabarkan telah di laporkan ke Polda Sulsel terkait dugaan kecurangan pelaksanaan pilkades di Kab. Takalar.

Seiring berjalannya waktu tepatnya tanggal 22 November 2022 kemarin, Forkopimda menggelar rapat bersama dengan para pucuk Pimpinan yang dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Takalar, Ketua DPRD Takalar, Bapak Kajari Takalar, Bapak Kapolres takalar, Bapak Dandim 1426 Takalar, Sekda Takalar dan tentunya saja dihadiri oleh panitia P2KD Takalar untuk membahas persoalan tersebut, Setelah hampir 2 jam berdiskusi lahirlah sebuah kesapakatan bahwasanya pilkades ini harus tetaplah dijalankan karena semua sudah sesuai prosedur dan peraturan yang ada dan semua hal yang terjadi itu adalah hal yang biasa dan itulah dinamikanya.”Tutur Suhardi

Disisi lain setelah kesepakatan itu di sepakati bersama Forkopimda.

Ketua Umum PB-Hipermata Suhardi, Meminta kepada Forkopimda Kab Takalar untuk tidak gegabah mengambil sebuah keputusan sebelum persoalan ini benar-benar clear dan masyarakat bisa menerima hasil-hasil tersebut. jangan sampai ketika ini dipaksakan malah akan memperkeruh masalah dan ketika itu terjadi siapa kira-kira  oknum yang harus disalahkan dan yang harus bertanggung jawab dalam hal tersebut.

Lanjut menjelaskan, Seandainya hanya 1, 2 desa saja yang bermasalah mungkin wajar-wajar saja cuman ini hampir seluruh desa yang ikut pilkades diduga bermasalah semua, Tapi kalau Forkopimda masi tetap bersih keras untuk tetap melasanakan pilkades ini.

Maka kami dari PB-Hipermata meminta kepada Bapak Kapolres Takalar untuk menyatakan sikap siap mengawal tahapan tersebut jika terjadi sebuah hal-hal yang tidak diinginkan maka kami minta kepada bapak Kapolres untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya karna tidak mampu mengamankan dan mengkondusifkan Kab. Takalar. Tegas Adhi sapaannya akrabnya.(*)

Comment

Leave a Reply