by

Judi Menjadi-Jadi, Segera Berantas Tuntas

Wartasulsel.net || Makassar- Judi, menjanjikan kemenangan, judi menjanjikan kekayaan. Bohong kalaupun kau menang.
Itu awal dari kekalahan. Bohong, kalaupun kau kaya. Itu awal dari kemiskinan. Inilah sepotong lirik lagu salah satu penyanyi kondang benar adanya.

Kenikmatan bagi tertentu akan dirasakan yang membuat ketagihan. Terlebih jika pernah menang karena dalam sekejap kaya mendadak. Tidak akan berhenti sekali terus mencoba hingga habis-habisan. Utang sana sini, menjual semua barang berharga.

Itulah sekeluumit kenyataan di kehidupan nyata melihat mereka yang terjun di dalam perjudian. Tidak akan hilang di telan zaman, justru makin menjadi-jadi. Sebab difasilitasi dengan berbagai hal. Terkhusus yang kita lihat yang berjamuran di internet yaitu judi online.

Fakta judi ini diangkat karena diperbincangkan publik beberapa waktu belakangan ini nama seorang anggota kepolisian dan 303 dikaitkan. Dimana salah satu anggota kepolisian itu ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Realita judi online 303

Mata sudah sering menyaksikan berbagai tawaran judi online disertai macam ragam. Itu dapat disaksikan langsung ketika membuka beberapa situs di internet. Namun kali ini akan diungkap realita judi online yang diangkat baru-baru ini yaitu konsorsium 303.

Polisi menangkap tujuh orang yang terlibat perjudian online di Garut. Salah satunya seorang lansia selaku bandar judi online situs Naga 303. Tujuh tersangka perjudian online yang diamankan polisi masing-masing berinisial DS, SW, MI, SP, D, DD, dan AS.

Ketujuh tersangka diamankan di dua TKP di kawasan Kecamatan Tarogong Kidul belum lama ini. “Ada yang bertindak sebagai bandar, karyawan, serta pemasang judi online jenis togel,” kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono kepada wartawan (detikJabar 19/8/2022).

Istilah Konsorsium 303, diduga itu adalah komplotan judi yang dipimpin mantan Kadiv Propam Polri itu serta diduga melibatkan Kapolda Metro Jaya. Yang mengejutkan adalah muncul bagan berjudul Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 di tengah penyelidikan kasus Brigadir J tersebut.

Konsorsium 303 yang viral tersebut mengungkap tentang dugaan praktik judi online FS bersama perwira lainnya. Bagan itu FS di posisi teratas dengan menyebut tentang “Kaisar Sambo”.
“Di kalangan bandar judi, FS dikenal dengan sebutan KAISAR SAMBO.“Setiap tahun, FS dan kroninya menerima setoran lebih dari Rp1,3 triliun,” demikian tertulis dalam bagan tersebut ( pikiran-rakyat.com 21/08/22).
Semestinya kasus judi online dari awal banyak yang merusak masyarakat yang menjadikan jalan pintas solusi kemiskinan menjadi momok menakutkan yang dibicarakan sejak dulu. Bukan karena kalangan elit tertentu sehingga baru menyorot kesalahan judi online.

Karena ragam judi banyak macamnya harus dihentikan dengan segera seperti binomo, kripto software robot trading, binomo, bahkan dalam bentuk investasi binary option atau apa pun istilahnya. Sepanjang pada faktanya ada taruhan dan membuat kaya mendadak.
Judi wajib diberantas tuntas
Pasal 303 dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur hukum tentang tindak perjudian di Indonesia. Dalam pasal tersebut, berisi pernyataan terkait hukuman yang diterima oleh pelaku perjudian.

Sudah sangat jelas kategori perjudian serta ganjaran bagi pelaku. Namun sungguh disayangkan, pasal-pasal tersebut hanya tinggal di atas kertas berupa deretan tulisan. Pengaplikasian tidak terbukti. Karena masih berjamuran penjudi baik kelas teri hingga kelas kakap.

Ketika demikian ada yang belom tepat dalam penyelesaian masalahnya. Memberantas perjudian harus diseriusi dengan mencabut hingga akarnya. Dan solusi yang diberikan adalah ketegasan dalam sistem yang mengatur. Itu dapat kita temukan dalam sistem islam yang caranya mampu mengatur semua urusan rakyat.

Olehnya itu yang pertama dan utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki aturannya, Sistem kapitalis demokrasi sejatinya sudah rusak semenjak kelahirannya sehingga tidak bisa menghapus tuntas aktivitas ekonomi yang merugikan masyarakat. Sebab, sistem ekonomi kapitalis itu sendiri pada realitanya sangat jelas melegalkan judi, riba, , investasi modal dan aktivitas ekonomi merugikan lain.
Syekh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-rasytah dalam pembahasan salah satu jenis kripto (bitcoin), beliau menyatakan pihak yang mengeluarkan bitcoin itu tidak jelas, tidak ada yang menjaminnya, dan berpotensi untuk aktivitas yang mengambang dan penipuan, serta sangat rawan dimanfaatkan untuk mengambil secara paksa kekayaan masyarakat.

Oleh karena itu, tidak boleh memperjualbelikannya karena dalil-dalil syara’ melarang jual beli semua komoditas yang tidak jelas keberadaannya.

Begitulah peraturan dan hukum dalam sistem Islam. Sangat jelas dan tegas aturannya dan tidak akan merugikan pihak manapun. Sehingga terbukti dalam sejarah Islam selama berabad-abad lamanya berhasil mengubah perilaku masyarakat yang rusak menuju masyarakat terbaik.

Harus kita sadari bahwa kerugian masyarakat saat ini karena tidak adanya pemimpin yang bisa memberlakukan sistem ekonomi Islam hingga masyarakat. Yang mampu membawa menuju peradaban yang gemilang tanpa dikelilingi oleh hal-hal yang penuh dengan ilusi.

Saatnya umat menyadari secara seksama sehingga kembali kepada Islam dengan menerapkan Islam secara kaffah sebagai aturan kehidupan.
Wallahua’lam bi ash shawab.