by

Saskia: Indonesia Melakukan Penyusunan Strategi Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Wartasulsel.net,_|| Telah diketahui bahwa pada tahun 2019 akhir dunia dihebohkan dengan adanya penyakit coronavirus disease 2019 atau disebut juga dengan COVID-19. Tentunya, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. World Health Organization (WHO) pun juga sudah menetapkan pandemi COVID-19 sejak 11 Maret 2020 yang lalu. Tidak hanya merugikan kesehatan saja, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa keadaan ekonomi Indonesia telah terdampak oleh pandemi yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Bukan hanya karena produksi barang saja yang terganggu, tetapi investasi pun juga terhambat. Pandemi juga menyebabkan berbagai penurunan dalam sektor ekonomi yang merupakan konsekuensi dari pembatasan sosial.

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional dan global juga sangat terasa pada bulan April sampai Juni 2020. Pada bulan Januari sampai Maret, ekonomi nasional masih tumbuh 2.97% walau turun dibanding dengan awal tahun 2019 sebesar 5,07%. Hal ini juga disebabkan pengaruh masuknya Covid-19. Indonesia mengalami kontraksi (pertembuhan ekonomi negatif) sekitar 3%. Hal ini terjadi karena karena adanya kebijakan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baru di mulai pada pertengahan Maret. Social distancing ini juga sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi.

Untuk mengatasi penurunan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam, maka pemerintah harus melakukan kebijakan melawan siklus (countercyclical) melalui stimulus fiskal. Tidak hanya itu untuk memperkuat pemulihan harus diimbangi dengan kebijakan laiinya, yaitu kebijakan moneter dan makroprodensial (Bank Indonesia) dan mikroprodensial otoritas jasa keuangan (OJK) dan lembaga simpanan (LPS). Sehingga hasilnya pertumbuhan ekonomi mampu beranjak dari zona negatif ke zona positif sepanjang 2021 menjadi 3.69% year-on-year (YoY). Disertai dengan perbaikan tata kelola penangan pandemi dengan cara vaksinasi.

Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkap berbagai strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya melakukan pemulihan dari situasi pandemi Covid-19. Tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi, program yang dilakukan juga tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19. “Pada dasarnya program pemulihan ekonomi nasional desainnya adalah melindungi rakyat dari sisi ancaman kesehatan, melindungi masyarakat dari tekanan sosial, melindungi usaha agar bangkit, serta melindungi sektor keuangan supaya bisa pulih kembali,” ungkap Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum secara virtual di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Jumat (3/9) siang.

Adapun pemulihan sosial-ekonomi itu juga harus meliputi intervensi kesehatan yang dimana dibidang kesehatan masih penting dilakukan walaupun bisa dikatakan ini sudah memasuki masa transisi menuju Endemi Covid-19, Hal ini disebabkan, upaya pemulihan ekonomi masih dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Karena itu, bidang kesehatan masih menjadi prioritas unutuk ditangani.

Pemerintah Indonesia juga bisa berfokus pada pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata karena dengan adanya pandemi dan dilakukannya sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga membuat banyaknya masyarakat yang berdiam diri dirumah dan membuat daya tarik masyarakat untuk berwisata lebih tinggi, maka dari itu untuk menggenjot pemulihan ekonomi nasional, pemerintah harus mempersiapkan dan menerima kembali wisatawan internasional dan optimalisasi destinasi wisata di Indonesia termasuk di Batam, Bintan dan Bali itu mempunyai daya tarik lebih untuk wisatawan asing.(*)

Nama: Saskia Kultsum
Nim : 202010360311166
Kelas : Intermestik C