by

Jaksa “Main” di Proyek Gedung  Perpustakaan dan Kearsipan Takalar?

Wartasulsel.net || Takalar- Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah melarang seluruh kepala kejaksaan tinggi, kepala kejaksaan negeri dan kepala cabang kejaksaan negeri di seluruh Indonesia untuk tidak mengintervensi proyek.

Larangan itu melalui Jaksa Agung Muda Inteljens sebagaimana tertuang dalam surat dengan nomor B 364/D/Ds 2/03/2022.
Jakarta,15 Maret 2022
Hal : larangan intervensi dan/atau campur tangan dalam proses pengadaan barang dan jasa di kementerian/lembaga/instansi, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota,dan BUMN/BUMD

Dalam surat tersebut menyebut, Menindak lanjuti memorandum jaksa agung Republik Indonesia nomor, B 66 A/SUJA/03/2022  tertanggal 09 Maret 2022, tentang larangan intervensi dan/atau campur tangan proses pengadaan barang dan jasa di BUMN/BUMD dan menegaskan kembali surat jaksa agung muda inteljen nomor B 261/D/Ds2/02/2022 tanggal 16 Februari pada pemerintah pusat pemerintah daerah dan BUMN/BUMD.

Dengan ini yang diperintahkan agar tidak menerima proyek dan melakukan perbuatan tercela yang dapat menjatuhkan insitusi serta kepercayaan publik.

Apa bila ada pihak pihak tertentu yang meminta proyek mengatas namakan jaksa agung muda inteljen untuk tidak dilayani.

Kelihatannya larangan ini tak berlaku di kejaksaan negeri Takalar. Sebagaimana media Jalurinfo.com melansir,  PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) Adlan mengaku di kantornya Jl. Haji Suaib Pasang No.3, Takalar,
mendapat pendampingan dari Kejaksaan negeri Takalar.

Apa yang disampaikan Adlan dibenarkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ahmad Rivai di kediamannya Jumat(22/7/2022)

Menurut Ahmad Rivai sebelum dimulai pekerjaan, sebagai KPA(Kuasa Pengguna Anggaran) menyurat minta pendampingan jaksa. Kami minta tolong jaksa sebagai pengacara negara untuk mendampingi. Ahmad Rivai tidak menjelaskan berapa besar, honor atau jasa pendampingan.

Sementara itu, Wartasulsel.net  telah mengirim pesan konfirmasi via pesan WhatsApp mulai tercatat hari Senin (25/7/2022) sore hingga Selasa (26/7/2022) dini hari kepada Kasi Intel Kejaksaan Negeri Takalar, Sabri Sallahuddin, namun hingga berita ini naik tayang enggan jawab. ( Rudy)