by

Dituding Hasut Anaknya Untuk Cerai, Patta Sebut Jusman Tak Memahami Subtansi Hukum

Wartasulsel. Net || Gowa- Kasus gugatan yang dilayangkan perempuan Adawia (20) ke suaminya Jusman berakhir penolakan di Pengadilan Agama Sungguminasa Gowa dikarenakan keduanya tak memiliki bukti buku nikah yang sah dimata hukum. Namun persoalan semakin liar. Jusman menuding mertuanya Patta Dg Sese hasut anaknya untuk bercerai mendapatkan pemanggilan ke kantor desa untuk dilakukan cara Adat Desa Julukanaya Kecamatan Biringbulu.

Tuduhan itu dibantah oleh Patta ia menyebut tak pernah menyuruh anaknya untuk bercerai, malah kata dia selalu menasehati anaknya untuk tidak mengambil langkah-langkah keduanya bercerai.

Namun Jusman terus melakukan berbagai cara dan upaya ditempuh hingga melibatkan seorang Dusun meminta Patta untuk datang ke Kantor Desa Julukanaya Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa untuk membicarakan tentang adat passala.

Saat awak media Wartasulsel. Net mencoba mendatangi Anca sebagai pihak Kapala Dusun Bulo Sibatang di kediamannya untuk mengkonfirmasi soal tersebut, namun yang bersangkutan tak berada di tempat. Upaya pun dilakukan dengan menghubungi seluler telpon tersebut tidak aktif pula.

Tak sampai disitu awak media pada hari Senin (9/5), bertemu dengan Musa Kepala Desa Julukanaya Kecamatan Biringbulu mengatakan tak tahu menahu tentang adanya pemanggilan Patta untuk datang ke Kantor Desa, ucapnya.

“Sehingga itu Patta harapkan agar Kepala Dusun tidak terjebak atas penyampaian Jusman sehingga permasalahan tidak melebar” tegasnya , Kamis (12/5/2022).

Patta pun membantah terkait adanya laporan dari orang yang tak mengerti subtansi persoalan menyuruh anaknya untuk bercerai, seharusnya Jusman dan Pak Dusun harus tau bahwa ini semua hasil dari putusan nomor: 160/Pdt.G/2022/PA.Sgm Pengadilan Agama Sungguminasa Gowa dimana keduanya telah disidang.

“Oleh karena itu untuk lebih jelas dan obyektif sampai sejauh mana keterlibatan saya, silahkan tanyakan ke Pengadilan Agama Sungguminasa Gowa,” jelasnya.

Bahkan, Patta berani mengatakan bahwa apa yang menjadi aib Jusman selama ini, saya selalu menyembunyikan dikarenakan menjaga perasaan dan nama baik seseorang,” imbuh Patta.

Sebelumnya, Patta menyebut Jusman sebagai otak kekacauan hingga “mengdotring Pak Dusun” mengadakan pertemuan di kantor Desa Julukanaya.

(RUD)