by

Sering Ditagih Si Pengutang Blokir Telpon dan Akun Milik Si Penagih

Wartsulsel.net Makassar- Perkara utang piutang memang cukup membuat hubungan antar keluarga dan pertemanan menjadi rusak.

Namun ada pula para peminjam uang yang merasa tidak tahu diri ketika orang yang meminjaminya uang menagih hutang.

Seperti yang dialami perempuan bernama Nurfika dalam curhatnya ke Wartasulsel.Net dalam potongan percakapan WhatsApp dengan seorang pengutang. Senin (17/1/2022).

“Seorang pria berinisial FI (32 tahun) warga jalan Nuri Lama Lorong 302 Kota Makassar yang telah dikenalnya sejak bulan Juni 2020, dan memulai meminjam uang pada bulan November 2020 tak kunjung membayar hutang justru hanya memberi janji-janji yang tak pasti.

Janjinya sehari setelah ngutang, dan sampai berangkat ke Medan bulan Januari tidak ada kejelasan sampai hari ini.Kalimat alasan nya selalu begini “sabarki, belum ada pekerjaanku. Sudah ma kasi masuk lamaran. Keadaan covid juga yang kasi susah” Terang si penagih.

Mulanya, si penagih menanyakan kapan akan membayar kepada si pengutang.

“Sudahpi nabayar temanku desainnya saya tunggu temanku di Pangkep dan mengatakan lagi dalam komentar akun WhatsApp uang yang waktu itu gimana ya urusannya?” tanya si penagih.

Si penagih lalu menanyakan kepastian detail si pengutang.

Saya minta si pengutang segera membayar utangnya, dikarenakan juga uang yang dipakai adalah milik salah satu teman SMA nya. Janjinya dari beberapa bulan setelah mengurangi, namun terus memberi janji-janji saja. Ini sudah lebih dari 1 tahun”. Pinta si penagih.

Si penagih kemudian menulis panjang soal mau bayar utang juga pada temannya sudah butuh juga uang mau dipakai untuk keperluan mendesak.

Namun, yang membuat sedih telah memberi janji ke teman yang dipinjami, dan hanya berharap dari si peminjam untuk melunasi pinjamannya.

“Saat si penagih mencoba menghubungi si pengutang FI pada tanggal 15 Januari 2022, telpon pribadi dan semua akun diblokirnya,” pungkas si penagih.

Bukan niat mau membuat malu namun, niat baik baik dan kesabaran saya sudah pupus dan merasa tak ada niat baik si pengutang untuk membayar, maka langkah pintas saya tempuh melalui pemberitaan di salah satu media online Wartasulsel.Net,” tutur si peminjam dengan sedih.

(RUD)