by

Pasca Insiden Asrama Mahasiswa KEPMI

MAKASSAR – Hari ini kami bersama Forkopimda melakukan Rapat Koordinasi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca insiden penyerangan asrama mahasiswa di Asrama Kesatuan Pelajar Mahasiswa (KEPMI) Bone dan Asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL), Senin 29 November 2021.

Turut hadir bapak Kapolda Sulsel, Kasdam Hasanuddin, Bupati Luwu, Walikota Palopo, Asisten 1 Pemkab Bone, Sekda Makassar, Rektor UIN Alauddin Makassar, anggota DPRD Sulsel, Kerukunan Masyarakat Luwu Raya, Kerukunan Masyarakat Bone, serta perwakilan mahasiswa.

Secara final keluarga korban telah menyerahkan masalah kepada APH Kepolisian yang telah bekerja dan keluarga pula menegaskan tidak menginginkan ada korban lanjutan selain meminta pelaku serta yang terlibat untuk diselesaikan sesuai ketentuan hukum.

Kami mendengarkan masukan-masukan dari berbagai pihak. Tentu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung upaya Kepolisian agar mengusut tuntas para pelaku serta memberikan tindakan tegas kepada pelaku yang terlibat.

Kita juga berharap dukungan dari perguruan tinggi agar memberikan tindakan tegas pula kepada pelaku-pelaku yang terlibat dan yang melakukan provokatif hingga terjadinya aksi kekerasan dan pengrusakan.

Dibutuhkan pula sinergitas bersama untuk saling merangkul adik-adik mahasiswa kita untuk memberikan pemahaman untuk meredam setelah insiden tersebut.

Pada akhirnya, permasalahan ini telah selesai. Pihak keluarga sudah menyerahkan kepada pihak APH. Kejadian ini murni hanya ‘dialamatkan’ kepada organisasi tertentu.

Olehnya itu, Kami menghimbau untuk tetap bijak dalam bermedia sosial, menghindari menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar, mari tetap menjaga keamanan dan kedamaian daerah kita. Insya Allah masyarakat Sulawesi Selatan cinta kedamaian dan perdamaian. Mari kita memegang teguh nilai Sipakatau – Sipakalebbi