by

Mengenal Lebih Dekat Sosok Mohammad Firdaus Daeng Manye

Wartasulsel.Net,_|| Mohammad Firdaus diketahui lahir di kota Makassar pada tahun 1967 silam. Ayahnya bernama Abdul Hamid Daeng Naba, ibunya bernama Siti Siada Daeng Siang. Beliau merupakan putra pertama dari 8 bersaudara, dan mempunyai 4 orang adik laki-laki, dan 3 orang perempuan.

Memiliki darah Makassar, kedua orang tuanya memberinya nama adat suku Makassar yakni “Daeng Manye”. Kedua orang tua Mohammad Firdaus selalu mengajarkan anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan agama, utamanya shalat lima waktu, dan mengaji agar dapat berakhak dengan baik.

Mohammad Firdaus semasa kecilnya adalah anak yang pandai dan muda bergaul, tempat bermainnya di Banta-bantaeng Kota Makassar kala itu. Ibu Mohammad Firdaus diketahui merupakan seorang pendidik, yakni guru agama Madrasah.

Diusia 11 tahun, Mohammad Firdaus Daeng Manye saat berada dibangku SD kelas 5, harus rela meninggalkan teman-temannya di kota Makassar. Dia harus mengikuti kedua orang tuanya ke Palu Provinsi Sulawesi Tengah saat itu.

Di Palu, Mohammad Firdaus Daeng Manye, kemudian menyelesaikan pendidikan formal tingkat SD, SMP, dan SMA di Bumi Tadulako. Dan ditingkat perguruan tinggi, beliau kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan mengambil jurusan elektro di fakultas teknik, dan pada semester 7 berhasil menjadi karyawan Telkom.

Pada tahun 1991, Mohammad Firdaus Daeng Manye di wisuda. Ditahun ini, beliau mengikuti pendidikan Telkom di Bandung, Jawa Barat, dan ditempatkan di kota Surabaya, Jawa Timur pada pertengahan tahun 1992.

Berkat kegigihan dan ketekunannya sebagai petugas jaringan yang keluar masuk jalan dan gang di Kota Surabaya, ia pun dipromosikan menjadi kepala kantor Telkom Tulungagung, Jawa Timur. Kemudian menjadi kepala kantor Telkom dibeberapa daerah, yakni Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Malang, dan terakhir kepala Telkom di Jakarta Selatan.

Menurut Mohammad Firdaus menjadi kepala kantor di ibu kota bukanlah hal yang gampang karena membutuhkan tantangan dan keberanian tersendiri, persoalan telekomunikasi di ibu kota sangatlah kompleks.

Ketika mendapat amanah kepala devisi Telkom ragional 7 kawasan Timur Indonesia, yang meliputi Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara Timur, Mohammad Firdaus Daeng Manye diberi penghargaan Satya Lencana oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2016 karena dianggap berhasil dalam membangun kawasan Timur Indonesia.

Dan saat ini, beliau adalah direktur utama PT PINS Indonesia. Perusahaan ini adalah salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang Internet Of Things (IOT). Dimana IOT ini sebagai pengembangan IOT untuk militer, kesehatan, serta partner dengan mitra lokal maupun global. (KML)

Comment

Leave a Reply