by

Dana CSR Masuk Dalam APBDes Dan Dikelola Dengan Baik

Wartasulsel.Net,_|| Terkait penggunaan dana CSR Tahun 2020 yang masuk kedalam APBdes 5 desa diantaranya Desa Sampulungan, Aeng Towa, Aeng Batu-Batu, Tamalate dan Tamasaju menemui babak baru.

Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat aduan terkait dugaan penyalahgunaan dana tersebut ke Polda Sulselbar. Namun dalam pemeriksaan yang dilakukan semua Kepala Desa menjelaskan secara rinci dan detail penggunaan dana tersebut.

Kepala desa Aeng Towa yang dimintai keterangan, Sabtu (6/10/2021), menuturkan bahwa Dana ini langsung ditransfer masuk kedalam rekening kas desa dan untuk selanjutnya dimusyawarahkan dan ditetapkan oleh BPD dalam bentuk kegiatan. “Semua tertuang dalam APBDes, setelah itu dilaksanakan dan dikelola oleh pemerintah desa, kita bisa melihat dilapangan semua kegiatannya.

Laporan administrasinya juga sudah lengkap dan telah diperiksa. Terus apanya yang menjadi masalah? Pihak perusahaan juga sudah mengetahui semua kegiatan kami dan sudah mereka lihat hasil kerja kami. Laporannya juga turut diberikan. Sampai saat ini tidak pernah ada masalah, karena dana ini sudah menjadi penerimaan desa dan dikelola dengan baik” Ungkap Junaid

Selain itu, Plt Kades Sampulungan Sumarlin juga membantah telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana tersebut, “Dana yang masuk sudah dibelanjakan sesuai peruntukannya, semua juga harus tahu bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan setelah melalui musyawarah desa. Semua bisa lihat bantuan masjid dan lain-lainnya.

Bisa di kroscek ke lapangan. Laporan administrasinya juga lengkap semua. Inspektorat dan instansi terkait juga sudah memeriksa semuanya berkali-kali dan Alhamdulillah tidak ada masalah” Terang Marlin sapaan akrabnya.

Sementara itu pihak perusahaan yang dihubungi juga menyampaikan bahwa telah menerima laporan penggunaan dana dari penyaluran dana tersebut.

“Dananya sudah kami transfer langsung ke rekening kas desa masing-masing. Kami juga sudah lama terima laporannya dan kami anggap semua tidak ada masalah” Ungkap Akbar Salah Satu Direksi Perusahaan

Ditempat yang lain, salah seorang tokoh masyarakat di Galesong Utara H.Burhanuddin menganggap bahwa persoalan ini coba di politisasi menjelang pelaksanaan pilkades serentak.

“Biasalah kalau maumi pemilihan, sembarang mami orang salahnya nalaporkanki. Tapi saya yakin bahwa pihak kepolisian pasti bisa bertindak profesional dalam melihat persoalan ini. Kalau kegiatannya real dilaksanakan dan LPJ juga bagus saya rasa semua akan selesai dengan baik.

Selain itu tentu masyarakat sudah pintar menilai bahwa model seperti ini cuma dihembuskan oleh lawan-lawan politik yang bersangkutan ” Tutup H.Burhanuddin