by

Gugatan Tidak Dapat Terima, Ketua Majelis Menolak Semua Gugatan : PT SBM Kalah

WartaSulsel. Net Barru- Pengadilan Negeri Barru memutuskan menerima eksepsi atau nota pembelaan kasus Ir. H. Rusmanto Mansyur Effendy atas gugatan yang diajukan oleh PT Semen Bosowa Maros sengketa tanah SHM 01 kabupaten Barru.

“Selain menerima nota pembelaan tergugat 1 Pengadilan Negeri Barru memutuskan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” ujar Hakim Ketua Hengky Kurniawan SH.,MH, dalam amar putusannya, Kamis (14/10).

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga mewajibkan penggugat untuk membayar biaya dalam perkara ini yakni sebesar Rp 3.968.000.

“Penggugat juga di wajibkan membayar biaya perkara sebesar
Rp. 3.968.000 tegas,” Hengky Kurniawan.

Dalam sidang yang melibatkan penggugat dan tergugat 1 serta turut tergugat, hakim mengabulkan eksepsi tergugat 1, sebab ada ketidak jelasan antara posita dan petitum dalam gugatan yang diajukan oleh penggugat PT semen Bosowa Maros.

Perselisihan ini diketahui, sebelumnya kasus ini bermula dari perebutan tanah seluas 52 hekta di Kawasan desa Siung Kabupaten Barru.

Kata Devisi hukum PT Semen Bosowa Maros Muhammad Rusli.
Menangapi ditolaknya gugatannya mengatakan majelis hakim kita harus tetap menghargai putusan hakim, kita harus pelajari dulu putusannya. Ini kan ada dua opsi kalau misalnya gugatan tidak diterima. Yang pertama adalah mengajukan gugatan ulang, kemudian melakukan banding ungkapnya.

Kata dia Intinya kami pelajari dulu bagaimana putusannya. Lalu kami akan menentukan apakah akan mengajukan gugatan ulang atau langsung banding. Itu kan nanti ada waktu sekitar 14 hari yang diberikan untuk menentukan sikap tutur kepala divisi hukum PT Semen Bosowa Maros Muhammad Rusli.

Menurut kuasa hukum Ir, H. Rusmanto Mansyur Effendy., SE mengatakan bahwa kita bersama sama-sama telah mendengarkan bahwa gugatan penggugat itu ditolak dalam artian bahwa dia yang kalah. Sehingga secara hukum objek yang disengketakan adalah sah milik klien kami Rusmanto.

“Itu fakta kata Burhan Kamma Marausa., SH., MH yang tadi disebutkan bahwa penggugat secara hukum bukan dia yang punya, dan itu terindikasikan dengan ditolaknya gugatan tegasnya.”

Jadi sudah jelas diputuskan tadi, bahwa dalam gugatannya ditolak otomatis itu lahan kembali ke klien kami. Dan langkah hukumnya? Pasti kita akan mengambil hak kita. Proses hukumnya kan seperti itu, tetapi tentu ada hal-hal yang akan kita lihat secara hukum, dalam artian jika dalam waktu yang ditentukan oleh hakim tadi (14 hari) pihak penggugat tidak melakukan langkah hukum lanjutan tentu putusannya akan menjadi Eintracht.

Ini gugatan yang ketiga kalinya PT Semen Bosowa Maros ditolak. Yang pertama pada tahun 2015 BPN Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan ditolak dalam gelar perkaranya, lalu yang kedua pada tahun 2020 kembali gugatannya untuk membatalkan sertifikat hak milik klien kami ditolak oleh BPN Sulsel, dan yang ketiga adalah hari ini ditolak lagi. Jadi sudah jelas dan terang benderang bahwa lahan itu adalah milik klien kami Rusmanto.

Selain itu kami juga akan melakukan upaya tindak lanjut terhadap laporan kami yang tertunda di kepolisian. Laporan kami sebelumnya ditunda (karena menunggu nofum). Laporan kami itu ada dua yaitu 167 tentang penyerobotan dan 406 tentang perusakan. Kedua laporan kami itu secara fakta terpenuhi, tinggal nanti itu kita lihat bagaimana tindak lanjut pihak kepolisian.

Adapun Jumlah total kerugian klien kami secara materil dan immateril itu mencapai Rp19 miliar. Hitungan itu sudah sesuai dengan penjelasan saksi kami sebelumnya atas nama Amir yang merupakan pekerja tambak dan sudah menggeluti pekerjaan itu selama 20 tahun. Hitungan itu pun sudah standar terendah, karena kami ambil standar lokasi empang yang jauh dari laut. Padahal kalau dekat dengan laut itu bisa lebih.

Intinya kita menunggu dulu putusan menjadi incraht. Setelah itu kami akan menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Tapi yang pasti jika itu terjadi kami akan gugat ganti rugi. Karena lahan itu dulunya empang dan berproduksi, bisa panen tiga kali dalam setahun.

Tapi kami masih membuka ruang mediasi. Kita paham bahwa lahan itu digunakan untuk kepentingan produksi PT Semen Bosowa Maros tapi kan ada tata caranya. Saya menyarankan, dari pada PT Semen Bosowa Maros melakukan upaya banding, kita berproses panjang menguras tenaga dan pikiran. Panggil kami, kami siap datang. Tidak usah menyurat, telepon saja, kami siap datang ungkap Burhan Kamma Marausa SH., MH kepada WartaSulsel. Net.

Ditambahkan pula Ir, H. Rusmanto Masyur Effendy., SE dengan meneteskan air mata mengucapkan
Alhamdulillah, apalagi yang kita lawan ini orang besar ya. Perjuangan kami selama 9 tahun mempertahankan hak kami tidak sia-sia.

Setelah gugatan ditolak, otomatis lahan tersebut kembali kepada pemilik tanah. Jadi kami sampaikan kepada PT Semen Bosowa Maros untuk menyerahkan lahan itu, kita punya hak disitu tolong hak kami diberikan. Ini masih kita secara persuasif.

Karena sudah terbukti gugatannya ditolak dan tidak ada bukti mereka yang punya lahan itu.

“Kami inginkan lahan tersebut menjadi status quo. Jadi tidak boleh ada aktivitas lagi pungkas,” Insiyur.

Jadi lahan kami dulu disitu empang, kita taruh benih bandeng disitu. Dan sekarang itu mereka tutup dan timbun sudah lebih dari 90%, dan sebagian lahan sudah dibeton untuk dijadikan jalan pengiriman produksi PT Semen Bosowa Maros. Jadi selama ini mereka sudah menjadikan lahan kami untuk kepentingan produktif berbasis bisnis. Alangkah tidak eloknya ketika lahan kami ditutup dan digunakan untuk kepentingan bisnis mereka kata Ir. H. Rusmanto Mansyur Effendy., SE.