by

Tim Advokasi FSPBI Geruduk Kantor Pegadaian di Makassar, Ini Tuntutan Aksinya

Wartasulsel.net,_|| MAKASSAR – Aksi unjuk rasa di lakukan oleh TIM ADVOKASI EKSTERNAL Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia di PT. Pegadaian Persero yang merupakan Perusahaan BUMN Jalan Pelita kota Makassar, Senin 06 September 2021.

Koordinator Aksi Riswanda, S.H menjelaskan dalam orasinya , bahwa ada pelanggaran Hak Buruh dan kepentingan Buruh yang kuat dugaan di kebiri oleh PT. Pegadaian.

Menurut Koordinator TIM Advokasi Eksternal FSPBI Sulsel itu menyebutkan dalam orasi bahwa PT. Pegadaian ditengarai secara ilegal melakukan sistem kerja kontrak atau Outsorcing di kubu perusahaan BUMN.

” Karena dalam peraturan perusahaan PT. Pegadaian (Persero) bahwa prinsip keadilan dan menjalankan perintah undang-undang harus di kedepankan,” Sebut Riswanda.

Riswanda mengatakan bahwa PT. Pegadaian dan Pihak Vendor PT. Timesx Indonesia serta PT. Era Permata Sejahtera terkesan tidak mendaftarkan Perjanjian Kerja Bersama di Menaker serta mendaftarkan di Disnaker Provinsi dan Disnaker kabupaten,” Tukas Riswanda dalam orasinya.

Lebih lanjut Riswanda menjelaskan adapun dugaan pelanggaran normatif yang di lakukan Pihak PT. Pegadaian adalah diduga adanya pemotongan upah , insentif yang tidak di berikan ketika mencapai target , jaminan hari tua tidak di berikan , belum lagi kontrak yang di perpanjang setiap 6 bulan dan ketika mereka sudah 2 atau 3 kali melakukan perpanjangan kontrak di Pindahkan ke perusahaan Outsorcing yang lain. Artinya ada sistem terkesan perbudakan manusia yang di lakukan di kubu BUMN.

Riswanda menegaskan bahwa Pihak Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia akan tetap melakukan aksi unjuk rasa dan pelaporan pidana dugaan penggelapan upah dan Gugatan di PHI sampai perusahaan BUMN dinilai tidak memperbudak manusia dan menghentikan sistem kerja kontrak dan Outsorcing,” Tegasnya.