by

Mahasiswa UNHAS Ciptakan Alat Penghasil Listrik Darurat Bencana

Wartasulsel.Net_|| Pada saat terjadi bencana kebutuhan akan listrik tetap masih ada, namun biasanya jaringan listrik terputus sehingga diperlukan seumber energi yang dapat digunakan sebagai penerangan di tenda pengunsian maupun kebutuhan pengisian baterai smathphone. dalam kondisi darurat maka diperlukan alat yang praktis dan portable.

Peralatan yang biasa digunakan untuk menyuplai listrik dalam keadaan darurat adalah Generator Set (genset). Namun, genset masih terbilang cukup mahal dan tidak ramah lingkungan.

Tim PKM-KC UNHAS yang terdiri dari Nur Islamiyah Angraeni, Herianto dan Ardiansyah membuat prototype alat Emergency Bag menggunakan Panel surya dikombinasikan dengan sistem solar tracking. Tiga Mahasiswa ini adalah Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Hasanuddin yang didampingi oleh dosen Pendamping Dr. Indar Chaerah Gunadin M.T

“Tas ini didesain khusus yang berisi komponen-komponen untuk menghasilkan listrik dan bersifat portable sehingga bisa digunakan dimanapun.” Tutur Herianto.

Sebagai peralatan darurat yang digunakan dalam mitigasi bencana, penggunaan ultra thin solar panel membuat alat ini ini lebih ringan dibandingkan dengan menggunakan panel surya biasa sehingga lebih memudahkan dalam proses pemindahan alat ini.

Kemudian penempatan alat ini juga dapat terus berubah sehingga menyebabkan panel surya tidak selalu mendapatkan sudut datang sinar matahari yang maksimal. Untuk itu diperlukan suatu sistem otomatis untuk menggerakkan panel surya agar mendapatkan sudut datang sinar matahari yang tegak lurus.

Solar tracking system adalah sebuah sistem yang dapat menggerakkan panel surya agar kedudukan panel surya selalu mengikuti arah datang sinar matahari. Dengan menggunakan mikrokontroler Arduino dan sensor LDR, panel surya dapat digerakkan sesuai sudut datang sinar matahari dengan otomatis tanpa perlu dilakukan pengaturan secara manual.

Dengan penggunaan solar trakcing system pada panel surya dapat meningkatkan daya yang dihasilkan dengan peningkatan penerimaan intensitas cahaya matahari dibandingkan dengan panel surya statis. Energi listrik yang dihasilkan alat ini diteruskan pada penyimpanan baterai melalui Solar Charge Controller.

“Emergency Bag ini diharapkan dapat membantu suplai lisrik darurat pada saat terjadi bencana” ujar Nur Islamiyah Ketua Tim E-Bag, Sabtu (30/8).