by

Wujud Social Control, Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI Akan Laksanakan 3 Progkernas

WARTASULSEL.NET, Nasional – Bidang Ekonomi Pembangunan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2021-2023 akan konsen pada persoalan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Andi Rante selaku Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI usai kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB HMI yang digelar di Grand Cempaka Resort and Convention Bogor, sejak Jumat hingga Minggu, 18-20 Juni 2021.

Andi Rante menyebutkan bahwa ada tiga program kerja yang sementara dirumuskan di Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI saat Rakernas kemarin yaitu: Ekonomi Talk, Workshop Ekonomi Politik Dan juga political Economic school usai melaksanakan Rakernas di Bogor Minggu. (20/06)

“Resesi ekonomi akibat Covid-19 saat ini menjadi momok bahaya bagi bangsa kita jika tak berbenah dari sekarang, untuk itu negara musti menjadikan musibah ini sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga agar kedepan kita selalu siap jika ada hal serupa yang mengganggu ketahanan ekonomi bangsa kita kedepan”, ungkapnya menjelaskan.

“Untuk itu dalam momentum RAKERNAS PB HMI kemarin, Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI lebih konsen pada menyiapkan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan Program yang berorientasi pada persoalan ekonomi bangsa kita kedepan”, lanjut pria yang akrab disapa Andra ini.

Menurutnya ke 3 Prokernas tersebut adalah bentuk implementasi dari mission HMI yang visi besar PB HMI periode 2021-2023 dalam menyiapkan SDM yang unggul dalam menyambut 1 Abad HMI 2047 dan Indonesia Emas 2045

“Program – program kerja tersebut sebagai upaya menyiapkan generasi yang lebih peka dan memahami issue issue ekonomi mulai dari gejala, solusi, proyeksi hingga kebijakan-kebijakan ekonomi dan variabel-variabel ekonomi lainnya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat karena ekonomi kita kuat. Ketahanan ekonomi diperlukan sebagai wujud sebuah negara yang berdaulat”, papar Andra.

“Dimulai dari Workshop Ekonomi Politik yang merupakan kegiatan yang turun langsung ke daerah-daerah membuat Workshop Ekonomi Politik untuk mendengar dan menginventarisasi masalah masalah ekonomi di daerah serta mengkaji seputar kebijakan-kebijakan ekonomi moneter dan fiskal secara nasional dengan melibatkan cabang-cabang dan kampus di daerah tersebut”, jelasnya lagi.

“Hasil diskusi dan kajian tersebut nantinya akan dibawa ke PB HMI untuk dibedah kembali dan dicari solusinya melalui kegiatan yang kita sebut (Ekonomi Talk) supaya menjadi sebuah rekomendasi bulanan PB HMI ke Pemerintah Pusat”.

Lebih lanjut ia pun menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk aksi sosial control dari Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI atas masalah masalah ekonomi bangsa ini. Dengan menghadirkan para pelaku ekonomi, baik dari pengambil kebijakan, pembuat legislasi, pengamat hingga pelaku penggerak ekonomi.

Selain itu untuk menyiapkan generasi yang ungul dan lebih peka terhadap isu-isu ekonomi politik nantinya, Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI akan membuat kegiatan sekolah singkat bagi kader-kader HMI yang merupakan keterwakilan dari kader terbaik HMI dari cabang-cabang se-Indonesia.

“Karena dalam perspektif ekonomi-politik, anjloknya ekonomi nasional biasanya berdampak negatif pada kehidupan politik sebuah negara-bangsa. Sebaliknya, kondisi politik nasional juga akan berdampak langsung terhadap prospek kebangkitan ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, menjadi penting untuk dikaji lebih jauh sejauh mana resesi ekonomi yang terjadi saat ini mempengaruhi kondisi politik di Indonesia. Sejauh mana kondisi politik nasional saat ini terhadap prospek kebangkitan ekonomi nasional.

“Untuk itu, dirasa sangat perlu bagi kami Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI periode 2021-2023 untuk melaksanakan program-program kerja nasional tersebut sebagai bentuk kontribusi HMI terhadap bangsa, khususnya di bidang ekonomi”, tutupnya. (*)

(FND/WS)