by

Kepsek SMA Negeri 5 Diduga Pelihara Preman dan Oknum Wartawan

Wartasulsel.net,_|| Makassar Sulsel-Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur Zonasi yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga meragukan kebenarannya, pasalnya orang tua yang mendaftarkan anaknya yang mengaku dekat dengan Sekolah tersebut tidak diterima masuk mendaftar sedangkan yang jauh diterima masuk mendaftar.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang orang tua siswa, Samuel ketika dikonfirmasi Media ini menuturkan, bahwa jarak rumah kami dengan Sekolah itu Radiusnya hanya kurang lebih 300 Meter. Padahal sebelumnya anak kami yang Sulung baru saja tamat dari Sekolah itu (SMA Negeri 5-red) dan anak kedua sekarang sudah kelas 2 (dua) juga berada di Sekolah tersebut melalui jalur Zonasi juga, kenapa yang ketiga ini ditolak sementara Kartu Keluarga (KK) yang digunakan sama, ada apa? “ujar Samuel heran.

Begitupun dengan Daeng Tompo yang juga orang tua Siswa mengatakan, jika diperkenankan kami akan membantu dan menyampaikan kepada Panitia jika memang ada beberapa Siswa yang mendaftar melalui jalur Zonasi diterima walaupun ia berdomisili sangat jauh, “ujar Daeng Tompo.

Berkaitan dengan hal tersebut, dari penelusuran beberapa Media di Sekolah itu pada Jumat (18/6/2021) ketika ingin bertemu dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar tidak diizinkan masuk kecuali ada pengaduan oleh Oknum yang mengaku Wartawan dan oknum Preman bertato bercelana pendek memakai topi hitam layaknya tukang parkir ini menggertak Wartawan yang ingin konfirmasi mengaku dari Sepernas Hukum dan HAM hingga terjadilah perang adu mulut diantaranya, sementara menurut Ketua Panitia menyangkut PPDB tersebut tidak ada Pendampingan dari LSM maupun Wartawan.

Disisi lain Ketua Panitia PPDB, Dr Idrus, S.pd, M.pd mengaku bahwa benar ada siswa yang tempat tinggalnya dekat dengan Sekolah tersebut tapi tidak diterima oleh Sekolah itu karena ada kesalahan data yang membuat Sistem demikian.

Hingga berita ini dimuat, diminta kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas Kasus yang terjadi di SMA Negeri 5 Makassar serta mencopot Kepala Sekolahnya yang diduga memelihara preman dan oknum wartawan untuk menghalang-halangi tugas wartawan yang ingin meliput di Sekolah tersebut agar dunia Pendidikan dapat berjalan dengan baik. (*)