by

Menyoal Pembentukan Holding BUMN Industri Pangan Oleh : Ananda Rasti

Pembentukan holding BUMN Industri Pangan dengan menggabungkan dua BUMN Perikanan (Perum Perikanan Indonesia/Perindo dan PT Perikanan Nusantara/Perinus) harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh guna memaksimalkan potensi kekayaan ikan nasional agar potensi yang luar biasa ini bisa menjadi sumber daya, sumber dana dan sumber kekayaan yang bisa menyejahterakan masyarakat.
Kondisi keuangan Perinus dan Perindo kerapkali mengalami kerugian setiap tahunnya. Dengan adanya penggabungan dua BUMN Perikanan Perindo-Perinus ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kedua perusahaan tersebut dan memperbaiki industri perikanan di Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan dan rakyat Indonesia.
Pembentukan holding tersebut tampaknya dimaksudkan agar industri perikanan yang tidak bekerja secara maksimal akan mengalami overfishing (penangkapan ikan yang melebihi kapasitas sumber daya yang mengakibatkan kemampuan produksi pada tingkat Maximum Sustainable Yield (MSY) menurun).
Disamping itu, pandemi Covid-19 memengaruhi keberlangsungan aktivitas produksi dan pemasaran hasil perikanan. Rantai pasok komditas perikanan megalami penurunan permintaan ekspor di Indonesia sebesar 10-20% persen, kondisi ini disebabkan banyaknya restoran tutup dan kebijakan pembatasan ekspor di berbagai negara.
Selain itu, peningkatan sampah plastik di laut tidak hanya akan membahayakan ikan-ikan, biota laut, dan tumbuhan yang hidup di laut tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada alat-alat penangkapan ikan. Pembudidayaan ikan oleh warga jika tanpa adanya sistem perekayasaan mitigasi lingkungan akan menyebabkan pencemaran perairan khususnya akibat limbah organic yang berasal dari limbah lumpur/sedimen (sludge) dari feces dan sisa pakan (Aquaculture effluents) baik berupa deplesi oksigen dan eutrofikasi serta blooming alga.
Terkait dengan rencana ini, maka Presiden Joko Widodo dapat memerintahkan Kementerian BUMN untuk melakukan kajian yang serius dan mendalam terkait rencana penggabungan Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara. Disamping it, Kemensos untuk memberikan perlindungan sosial kepada para nelayan yang terkena dampak yang cukup besar selama masa pandemi Covid-19.
Terakhir, Presiden dapat memerintahkan Menteri Sosial dan Menteri Kelautan dan Perikanan saling bersinergi dalam melakukan sosialisasi mengenai cara pembudidayaan ikan yang tepat agar tidak merusak lingkungan dan memberikan himbauan untuk menjaga kesehatan laut/pantai dengan tidak membuang sampah di laut/pantai kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Penulis adalah pemerhati masalah pangan.