by

PERBANDINGAN TERORIS BOKO HARAM DI NIGERIA DAN TPN OPM ( KKB ) DI PAPUA Oleh Ali Kibiay

Terorisme adalah aksi-aksi serangan yang terkoordinasi yang selalu bertujuan untuk menciptakan perasaan teror kepada masyarakat , kelompok masyarakat, individu maupun wilayah, aksi terorisme itu terkadang tidak tunduk kepada tata cara dan sistem perang yang dianut oleh setiap angkatan bersenjata yang sah dan legal. Oleh karena itu, serangan – serangan mereka seringkali tidak terdeteksi dan terkesan acak tidak beraturan.

Kelompok atau organisasi – organisasi terorisme sering menggunakan cara-cara militansi untuk memuluskan aksinya, terorisme juga sangat identik dengan isu-isu pembebasan, ras , separatis, politik, hingga isu-isu agama.

Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan sbg faktor pembanding antara TPNPB OPM di Papua Indonesia dan Organisasi teroris BOKO HARAM di Nigeria dan ternyata ada kesamaan pola maupun kebiasaan antara OPM dan organisasi teroris BOKO HARAM. Sehingga mengapa kita harus menyebut TPNPB/KKB/KKSB sebagai organisasi Teroris, faktor tersebut adalah :

1. TPNPB OPM tidak memiliki struktur atau rantai komando yang jelas, dan selalu bersifat menyebar dan membentuk beberapa faksi-faksi.

2. TPNPB OPM menggunakan tentara anak , atau menggunakan anak di bawa umur sebagai bagian dari angkatan bersenjata.

3. TPNPB OPM memiliki tujuan tertentu yaitu ingin membentuk suatu negara yang bedaulat yaitu, negara Papua Barat.

4. TPNPB OPM menuduh pemerintah Indonesia melakukan pelangaran HAM kepada Orang Papua.

5. TPNPB OPM Sering menyerang pos-pos TNI maupun Polri, bahkan menyerang warga sipil, menculik, membunuh dan melakukan berbagai kekerasan.

6. TPNPB OPM juga sering menghembuskan isu – isu rasis dan melakukan beberapa tindakan terkait etnis.

CIRI – CIRI BOKO HARAM DI NIGERIA TIMUR LAUT SEBAGAI ORGANISASI TERORIS

1. BOKO HARAM tidak memiliki struktur atau rantai komando yang jelas dan terstruktur , mereka bersifat menyebar dan memiliki beberapa faksi.

2. BOKO HARAM Menggunakan anak di bawa umur sebagai tentara, menurut HUMAN RIGHTS WATCH BOKO HARAM bahkan mengguanakan anak umur 12 tahun sebagai tentara dan di latih untuk berperang.

3. BOKO HARAM memiliki tujuan tertentu yaitu ingin mendirikan negara islam di Nigeria.

4. BOKO HARAM dan Amnesty Internasional menuduh pemerintah Nigeria melakukan pelanggaran HAM kepada 950 orang yang di duga sebagai anggota sel BOKO HARAM yang meninggal dunia di fasilitas Militer JOINT TASK FORCE Nigeria.

5. BOKO HARAM selalu melakukan penyerangan kepada warga sipil, pos-pos polisi Nigeria, menyerang sekolah , dan menculik turis asing.

6. BOKO HARAM memiliki banyak anggota senior yang selalu termotivasi dan melakukan pelanggaran dan aksi-aksi sengketa etnis.

Jika kita melihat perbandingan TPN OPM ( KKB ) dan organisasi teroris BOKO HARAM di Nigeria tersebut di atas, maka banyak di temukan kesamaan, pola , dan eskalasi teror, untuk itu Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menaikkan statatus TPN OPM sebagai organisasi teroris.

Pada tanggal 13 November 2013 Amerika Serikat memasukkan dan menggolongkan BOKO HARAM sebagai organisasi Teroris. Dengan melihat pola dan perbandingan faktor aksi dan kebiasaan Organisasi TPNPB OPM di Papua Indonesia dan Organisasi BOKO HARAM di Nigeria, maka sudah tentu TPNPB OPM juga harus *dimasukan kedalam daftar Organisasi Teroris di Internasional

JIka Amerika Serikat telah menetapkan organisasi BOKO HARAM sebagai organisasi teroris , maka sudah tentu Pemerintah Indonesia juga bisa menyebut bahkan bisa memasukan OPM sebagai organisasi teroris, sudah tentu DPR RI , dalam hal ini komisi I yang mebidangi Keamanan, luar negeri , dan Intelijen harus memainkan peran yang besar dengan membuat regulasi dan undang – undang bersama Pemerintah dan lembaga terkait untuk mengubah status OPM dari organisasi Kriminal menjadi organisasi teroris , sehingga OPM tidak bisa lagi memainkan peran melalui faksi – faksi dan jaringannya di luar negeri.

Alasan berikutnya untuk menyebut bahkan menaikan status OPM sebagai organisasi teroris adalah UU No.5 tahun 2018 tentang perubahan atas UU no 15 tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang – undang nomor 1 tahun 2002 tentang tindak pidana terorisme menjadi undang – undang.

Bahkan jika kita mempersingkat Pasal 1 dalam undang – undang tersebut tentang definisi Terosisme maka TERORISME DAPAT DI DEFINISIKAN SEBAGAI PERBUATAN YANG MENGGUNAKAN KEKERASAN YANG MENIMBULKAN SUASANA TEROR ATAU RASA TAKUT YANG MELUAS , MENIMBULKAN KORBAN YANG BESRSIFAT MASSAL MAUPUN INDIVIDU DAN /ATAU MENIMBULKAN KEHANCURAN DAN KERUSAKAN TERHADAP OBJEK – OBJEK VITAL , LINGKUNGAN HIDUP, DAN FASILITAS – FASILITAS PUBLIK

Jika kita mengacu kepada pasal 1 saja, maka OPM atau TPNPB sudah bisa di golongkan sebagai organisasi teroris, mereka bahkan dalam bulan Januari 2021 , mereka telah membakar 1 buah pesawat milik MAF di Intan Jaya dan mereka juga membakar 2 buah menara BTS di Kabupaten Puncak, pesawat dan menara BTS merupakan fasilitas Publik dan Objek vital.

Saya mengambil beberapa contoh kasus aksi – aksi bejat dan tidak terpuji yang di lakukan kelompok KKB yaitu, menembak 2 orang anggota TNI Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani, keduanya dintembak pada kelompok kriminal bersenjata usai melakukan sholat subuh pada tanggal 22 Januari 2021 tentu ini adalah ciri khas sebuah organisasi teroris, yaitu menyerang umat yang sedang melaksanakan ibadah, sungguh perbuatan yang menurut saya sangat tidak terpuji, kemudian dalam tahun 2021 aksi-aksi KKB ini semakin beringas , bahkan warga sipilpun di bunuh, aksi mereka yang sangat tidak terpuji lagi terjadi pada Februari 2021 dimana kelompok KKB menembak personil Satgas Apter Persiapan Kodim Intan Jaya atas nama Praka Hendra Sipayung saat korban hendak berbelanja di Kios di Kampung Mamba distrik Sugapa Intan Jaya.
Terjadi juga pembakaran terhadap Heli, rumah kepala lampung, rumah guru dn pemembakan terhadap guru, pelajar, tukang ojek di Kab
Puncak.

Perbuatan-perbuatan KKB ini sangat tidak manusiawi, pengecut dan konyol, tidak menunjukkan jati diri sebagai seorang prajurit, KKB ini hanya kelompok teroris.