by

Pusat Informasi Geologi Maros-Pangkep Jadi Destinasi Di Sulselq

Wartasulsel.net,_|| GM Geopark Maros Pangkep , Dedy Irfan Bachri.,ST , mengatakan adanya Pusat Informasi Geologi (PIG) akan menjadi destinasi wisata edukasi di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Pangkep .

Ia optimis keberadaan PIG akan saling mendukung dengan adanya 31 geosite yang ada di Kawasan Geopark Maros Pangkep Hal itu disampaikan GM Geopark Maros Pangkep saat mengikuti softlaunching PIG di Ruang Dokumenter PIG, Kawasan Rujab Bupati Pangkep , Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Jum’at (9/4/21). Soft launching Pusat Informasi Geologi Geopark Maros Pangkep dilaksanakan secara paralel dengan Hari Jadi Kab Pangkep ke 61 , dilaunching oleh Bapak PLT Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman ST didampingi oleh Bupati Pangkep H Muhammad Yusran Lalogau,S.Pi,M.Si. Dan Wakil Bupati H. Syahban Sammana,SH.

Diharapkan Melalui, PIG ini dapat memberikan edukasi kegeologian baik bagi masyarakat maupun wisatawan akan kekayaan geologi daerah Kawasan Maros Pangkep yang kemudian dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan kekayaan keragaman geologi yang yang ada,” Kata Dedy yang juga merupakan putra daerah Kab. Pangkep

Apalagi menurut Dedy, pada Juni 2021 mendatang , Kawasan Geopark Maros Pangkep akan kedatangan Asesor dari UNESCO yang akan melakukan kunjungan lapangan penilaian terkait pengajuan Geopark Maros Pangkep sebagai Kandidat UNESCO Global Geopark. yang mana Tahun ini berdasarkan hasil asesment kementerian , Geopark Maros Pangkep dan Geopark Ijen maju mewakili Indonesia.
Kami juga telah memasukkan PIG ini sebagai salah satu prioritas kunjungan Asesor UNESCO.

Keberadaan Pusat Informasi Geologi yang informatif dan integrated yang mampu bercerita mulai dari proses pembentukan Bumi khususnya kawasan Maros Pangkep, potensi Sumberdaya Alam, Geologi yang bernilai internasional, nilai kekayaan Arkeologi, Tinggalan Budaya dan masa prasejarah, kekayaan flora dan fauna , serta bagaimana pemanfaatan sumberdaya Alam dan pelaksanaan konservasi serta edukasi terjelaskan secara baik yang tersaji secara sistematis dalam media Panel informasi dan digital yang ada di Pusat Informasi Geologi , Geopark Maros Pangkep akan menjadi sebuah hal yang Baik dan berkesan diharapkan akan menambah bobot penilaian Asesor UNESCO dlm kunjungan nya .

Senada dengan hal tersebut Bapak Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan , Ir Denny Irawan Saardi, menyatakan bahwa “Insya Allah harapan saya ke depan sebelum wisatawan mengunjungi geosite-geosite yang ada di Kawasan Geopark Maros Pangkep baik yang tersebar baik di daratan ataupun di Kepulauan Spermonde, mereka dapat terlebih dahulu datang ke Pusat Informasi Geologi.

Sehingga mereka akan menerima edukasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan geopark dan geosite yang ada ,”. Denny menambahkan “Selain sebagai Sarana Edukasi Geologi dan Geopark yang efektif , Pusat Informasi Geologi juga diharapkan kedepan menjadi sarana riset dan informasi kebencanaan yang bermanfaat bagi masyarakat, tentu ini membutuhkan suport dari Akademis dan Kampus.

Sejauh ini selain synergi Pemerintah Provinsi , pemerintah 2 Kabupaten, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Pelestarian Cagar Budaya , Komponen Masyarakat, Penggiat Karst, Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep sejak awal telah bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin, khususnya Departemen Teknik Geologi dan Departemen Arkeologi .

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan adaah Leading Sektor yang ditunjuk untuk mengawal Geopark Maros Pangkep menuju proses pengajuan UNESCO.

Terakhir Pak Denny Irawan Saardi menambahkan bahwa Selain Geopark Maros Pangkep yang saat ini menuju proses Pengusulan UNESCO, Sulawesi Selatan juga sedang menunggu lahirnya Geopark baru yang mempunyai potensi luarbiasa yaitu Geopark Matano di Luwu Timur dan Geopark Toraja.

Drs Ahmad Djamaan , Kepala Dinas Pariwisata Kab. Pangkep menyampaikan bahwa PIG yang dibangun pada tahun 2020 ini dengan menggunakan anggaran APBN hampir sebesar Rp 3,5 milyar ini ditujukan untuk tempat bagi wisatawan dan masyarakat umum untuk memperoleh informasi mengenai keberagaman geologi, dinamika bumi, sejarah kehidupan, potensi bencana serta potensi sumber daya geologi dan pemanfaatannya.

Bangunan lama PIG ini merupakan Museum Karst. Adapun Pembangunannya diprakarsai oleh Badan Geologi Kementerian ESDM atas permintaan Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep , Dinas Pariwisata Provinsi sulawesi Selatan dan Pemkab Kab. Maros dan Pemkab Kab. Pangkep.

Ini merupakan PIG ke 5 di mana sebelumnya Badan Geologi telah membangun PIG Toba dan PIG Daerah Istimewa Yogyakarta., PIG RInjani di Lombok Mataram , PIG. Belitong. Pusat Informasi Geologi Maros Pangkep ini akan memberikan informasi geologi Maros Pangkep yang lebih rinci dan tentunya berguna untuk masyarakat dan Pemerintah Daerah agar lebih mengetahui wilayahnya dan menjadi acuan dalam pengembangan ke depannya.

Kami mengajak seluruh pihak, baik di provinsi, kab maros dan pangkep, seluruh Komponen Masyarakat untuk sama sama bersiap menyambut kedatangan asesor unesco dan mensukseskan bersama. Dengan Besar Harapan, Geopark Maros Pangkep kemudian menjadi UNESCO Global Geopark (Geopark Dunia)