by

Bersama Orang Tuanya Siswa SDN 190 Pinrang, Korban Penganiayaan ASN Melapor di Mapolres Pinrang

Wartasulsel.net,- Pinrang – Kedua siswa korban penganiyayaan di sekolah dasar negeri 190 kecamatan Mattirobulu kabupaten Pinrang yang berinisial NQ bersama adiknya NA, pada hari Jumat siang tanggal 15 pebruari 2019 pukul 14.30 wita telah memasukkan laporan keberatannya di Mapolres Pinrang (16/02/2019).

Laporan tersebut menyatakan keberatan dan tidak menerima perlakuan yang dilakukan oleh seorang istri Polisi yang juga sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah daerah kabupaten Pinrang bernama Nursia atau biasa dikenal dengan sapaan Suri.

Abu Mustamin orang tua NQ dan NA mengatakan, ” sampai saat ini saya masih tidak terima perlakuan Nursia kepada anak saya sejak kejadian pada hari Sabtu tanggal 09 Februari 2019 yang telah menganiaya dengan cara memukul wajah keduanya anak saya di dalam kelas saat proses belajar dengan menggunakan tempat pensil.

Pelaku Nursia harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, apalagi anak saya di bawah umur yang masih duduk dibangku kelas 6 (enam) sekolah dasar (SD), ungkapnya.

Abu kata dia kepada awak media, “Setelah kejadian disekolah itu anak saya keduanya NQ bersama adiknya NA sangat trauma dan takut untuk kesekolah. Apalagi pelaku Nursia pernah mengancamnya akan memenjarakannya serta akan melapor ke dinas pendidikan untuk tidak diluluskan disekolah.

Kami harap laporan keberatan ini ada tanggapan positif dari pihak Mapolres Pinrang khususnya unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pinrang, dan pelaku secepatnya diproses sesuai hukum yang berlaku”, tutupnya

(CLT/redws).