Dosen Yang Sudah Bergelar Doktor Jangan Seperti ‘Pohon Pisang’

Sosbud222 views

Wartasulsel.net,MAKASSAR– Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Litbang PP Muhammadiyah Prof Dr Lincolin Arsyad telah mengingatkan kepada para dosen lingkup perguruan tinggi Muhammadiyah yang sudah bergelar doctor (S3) untuk tidak seperti ‘pohon pisang’.

Menurut Lincolin ‘pohon pisang’ Cuma satu kali berbuah setelah ditebang sudah ada lagi gunanya. Artinya kalau ada dosen yang sudah bergelar doctor lalu tidak mencapai professor dianggap sama saja dengan pohon pisang.

Daeng Manye

Lincolin menyampaikan hal ini ketika memberikan sambutan dalam acara pengukuhan guru besar Profesor Dr H Abdul Rahman Rahim, MM yang juga rektor Unismuh, di Balai Sidang Kampus Unismuh, pada Sabtu 26 Januari 2019.

Hal ini kembali diulangi oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, MM ketika memberikan pengantar dihadapan 40-an lebih calon professor dosen Unismuh Makassar dalam acara pertemuan dengan Dirjen Sumber Daya IPTEK dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Prof Dr Ali Ghufron Mukti, usai pengukuhan.

Dihadapan 40-an lebih calon professor dosen Unismuh, Ali Ghufron membawakan materi tentang Strategi Pengembangan Karir Jabatang Fungsional Dosen. Intinya, Dirjen  Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, memberikan dorongan kepada dosen Unismuh Makassar yang saat ini sudah lektor kepala  untuk segera mengurus professornya.

Dikatakan, dari lector kepala menuju professor tidak sulit, kalau pengusulannya sudah sampai ditangannya paling lama urusannya dua bulan sudah selesai. Hanya saja sebut Ali Ghufron sekarang ini banyak yang sudah mengusulkan gelar professor, namun tidak keluar-keluar karena memang belum melangkapi semua persyaratan yang disyaratkan.

Salah satu masalah hingga banyak dosen tidak naik-naik pangkatnya karena malas menulis dan meneliti. Sekrang ini dosen masih lebih  banyak waktunya untuk mengajar, ketimbang melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. “Kendalanya, umumnya pada penelitian yang dipublikasikan,” tandas Ali Ghufron. (Nasrullah/SYM)