Optimalisasi Peran Polres Gowa Dalam Tanggap Darurat Menuju Pemilu 2019

Sorot53 views

Wartasulsel.net,- Gowa- Polres Gowa mendapat pengalaman baik dalam manajemen disaster pasca bencana alam di Gowa pada 22 Januari lalu. Pengalaman ini sungguh dapat menjadi pembelajaran yang luar biasa tidak hanya bagi para manajer di Polres Gowa dan Polsek jajaran namun juga bagi seluruh personilnya. Meski beberapa pers juga menjadi korban terdampak, namun semangat Polres Gowa mengelola dampak bencana teraktualisasi dalam kegiatan di lapangan. Kapolsek Manuju dan Bungaya, 2 tempat terdampak bencana longsor yang paling parah sampai sekarang tampak semangat turun bersama warga untuk sedikit demi sedikit memulihkan kondisi pasca bencana. Sesuai dengan teorinya maka Polres Gowa menjadi bagian yang bekerja sama dengan Pemkab Gowa dimana Pemkab-lah yang menjadi leader dalam pemulihan bencana. Pelibatan Polres Gowa dalam tim kerja telah dibagi oleh Bupati Gowa Bpk.Adnan Purichta.

Tim tersebut adalah Tim I Disaster yang dimotori oleh Wakapolres Gowa, Kasatsabhara, Kapolsek Manuju dan Unitpatroli Satsabhara dipimpin oleh Dandim 1409/Gowa Letkol Arh. Nur Subekhi, MSi.Han telah berhasil mengevakuasi puluhan korban yg tertimbun longsor, menormalisasi jalan dan jembatan serta mengelola Posko di Kantor Kepala Desa Pattalikang

Daeng Manye

Tim 2 Disaster yang langsung dipimpin Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi bersama Unit dalmas Satsabhara Polres Gowa, Kapolsek Parangloe, Kapolsek Tinggimoncong, Kapospol Parigi dan Kapolsek Bungaya telah berhasil menormalisasi banyak titik terdampak mulai dari jalan poros Malino di Lonjoboko, Desa Parigi-Timon, jalan mendekati pintu masuk Malino, longsor batu di dekat Jembatan Daraha, Desa Majannang, Desa Jonjo di Kec. Parigi, Desa Tamalatea di Kec. Manuju, puluhan sumbatan material longsor di jalan sepanjang Desa Siccini-Parigi, Kel. Jenebatu-Kel. Sapaya, Desa Mangempang hingga Dusun Nyuluh di Kec. Bajeng

 

Tim 3 Disaster yang dipimpin oleh Bupati Gowa dengan mengelola Posko berhasil mendinamisasi informasi tentang dampak bencana alam baik yang meninggal dunia, masih belum ditemukan, kerugian material, data pengungsi dan update warning serta himbauan oleh Subbaghumas Polres Gowa.

Diluar tim itu, Polres Gowa bahkan dengan inisiatif mandiri juga melakukan optimalisasi peran. Peran tersebut adalah turun langsung melakukan evakuasi terhadap korban banjir pada hari terjadinya bencana, dengan peralatan yang ada menyelamatkan korban terutama di daerah Mappala-Palangga meski berhadapan dengan resiko yang cukup berat.

 

Membuat Pusat Kendali atau command centre yang dipimpin oleh Kabagops untuk mendinamisasi komunikasi dengan stakeholder penting, memberikan perintah secara internal kepada para kepala unit kerja yang terkait, mengkompulir data dan mengikuti progres pemulihan dari masing2 lokasi bencana, bahkan mengajukan anggaran yang dibutuhkan dalam manajemen disaster dimana semua kegiatan tersebut dilaporkan secara rutin ke Karoops Polda Sulsel. Membuat Posko Bantuan yang dikendalikan oleh Kabagren dan Tim tidak hanya di Polres namun juga di semua Polsek utk menghimpun semua bantuan dari masyarakat yang tergerak hatinya untuk peduli bencana, menyalurkannya kepada warga terdampak serta membangun komunikasi ke para pengusaha di Gowa, Makassar dan luar Sulsel untuk turut membantu dana dan kebutuhan lain yang adaptif dengan keinginan warga

 

Menggerakkan pengusaha alat berat dan crusher untuk meminjamkan alat beratnya dan digunakan di lokasi bencana, termasuk mengirimkan batuannya utk pengerasan jalan yang terdampak. Para Polwan dan PNS wanita aktif di dapur umum untuk membantu memasak bagi pengungsi bahkan membagikan makanan hasil masakan di dapur umum ke lokasi pengungsian bahkan ke rumah-rumah warga terdampak. Tidak lupa para Polwan hadir untuk menghibur anak-anak korban bencana dengan trauma healing dengan permainan sederhana dan jenaka.

 

Para Bhayangkari bahkan tidak mau ketinggalan untuk melakukan rangkaian kegiatan sosial dengan mengubah dapur Rujab Kapolres menjadi dapur umum, turun membagi makanan, membagi paket-paket bantuan bahkan hingga ke titik terjauh bencana, melakukan trauma healing dan kegiatan positif lainnya. Urkes Polres Gowa langsung berinisiatif untuk membuka posko kesehatan di lokasi pengungsi dan memberikan pelayanan kesehatan dengan home visit kepada warga terdampak yang membutuhkan, dan dalam waktu dekat akan melakukan donor darah untuk membantu warga terdampak yang membutuhkan.

 

Fungsi Reskrim aktif melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan hidup yang berimplikasi pada terjadinya bencana alam seperti pembalakan hutan, deforestasi, penyadapan getah pinus yang serakah serta pertambangan ilegal di bantaran Sungai Jeneberan.  Jajaran Polsek aktif melakukan rangkaian giat sosial dan perbantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, bahkan Polsek yang wilyahnya tidak terdampak parah turun membantu Polsek terdampak dengan tenaga, materi dan paket-paket bantuan lainnya sebagai representasi kepedulian sesama anggota teamwork Polres Gowa.

 

KORELASI OPTIMALISASI PERAN OPTIMAL POLRES GOWA DENGAN PENGAMANAN PEMILU 2019
Dalam menjalankan sebuah rencana pengamanan, Polres Gowa membutuhkan partisipasi warga yang aktif. Untuk mendorong partisipasi aktif warg tentu saja tidak mudah, perlu kredibilitas atau rasa percaya yang tinggi dari warg terhadap polisinya. Kepercayaan atau kredibilitas itu akan muncul ketika warga melihat langsung bahwa polisinya benar turun dan mengaktualisasi perannya membantu warga apalagi pada saat pasca bencana dimana warga banyak yang terdampak menjadi korban.

Manajemen disaster yang dilakukan Polres Gowa telah diaktualisasikan nyata dalam peran-peran optimal di tengah masyarakat. Titik kulminasi kebutuhan pertolongan dan perbantua kepada warga telah direspons dengan optimalisasi peran Polres Gowa. Pers polisi di Gowa telah hadir di tengah-tengah masyarakatnya, menyapa dan membantu warga terdampak serta memberikan semangat untuk warga terdampak terus dapat termotivasi melakukan pemulihan secara bersama-sama.

Peran optimal Polres Gowa dalam pemulihan pasca bencana telah menjadi energi positif besar bagi pengamanan Pemilu 2019 pada April mendatang. Polisi dekat dengan masyarakatnya, polisi mendapat kredibilitas dari masyarakatnya, inilah modal dan optimisme besar bagi Polres Gowa untum mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.
Mari segenap personil Polres Gowa, kita lanjutkan dengan semangat penuh dan keikhlasan untuk senantiasa mengabdikan diri kepada masyarakat Gowa yang tercinta, karena itulah sesungguhnya ibadah kita yang sejati.

Rewako Polres Gowa.

(*)