Azis Qahhar Puji Buku “Dari Penjara Ke Dakwah”

Ragam332 views

Wartasulsel.net, – Dalam acara bedah sekaligus launching buku “Dari Penjara ke Dakwah” karya Ustad Mukhtar Daeng Lau, yang berlangsung di Warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Kamis (27/12/2018), sore kemarin, berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah aktivis Islam dari beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Gowa dan Takalar.

Dalam kegiatan itu, mantan anggota DPD RI, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, mengapresiasi lahirnya buku kedua Ustad Mukhtar Daeng Lau yang berjudul “Dari Penjara Ke Dakwah” tersebut.

Daeng Manye

Amir Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) itu berharap kepada para aktivis Islam lainnya agar dapat meniru jejak Ustad Mukhtar dalam melahirkan buku-buku yang bisa memberi insiprasi bagi pembacanya dan sekaligus sebagai wadah untuk berdakwah.

Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam penyampaiannya mengatakan bahwa tahu betul sosok Ustad Mukhtar Daeng Lau, sehingga ia pun mengaku sangsi atas tuduhan kepada Ustad Mukhtar Lau sebagai pelaku Bom Makassar.

“Di buku pertama Ustad Muhtar Daeng Lau, berjudul “Hampir Saja Bom Meledak, Mukhtar Daeng Sudah Ditangkap”.

Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar juga menyebut, penjara bagi pejuang Islam biasa saja karena memang sudah menjadi risiko perjuangan dakwah Islam.

Jangankan di penjara, ia mengimbuhkan, penyiksaan sampai pembunuhan sudah menjadi ancaman bagi pejuang dakwah.

“Tetapi kita meyakini bahwa itu semua sudah menjadi takdir Allah. Siapa pun yang beriman pasti akan diuji oleh Allah. Macam-macam cara Allah menguji hamba-Nya,” tutur Ustad Aziz, yang maju sebagai calon anggota DPR RI.

Ia menambahkan, perjuangan dakwah Islam ke depan akan semakin berat. Namun, kata Ustad Aziz, bagi pejuang yang mengimani Alqur’an dan memahami hakikat perjuangan, pada prinsipnya proses perjuangan itu akan dirasakan sama saja.

“Sebab, musuh terbesar kita hanya dua, yaitu syaitan dan hawa nafsu. Kalau kita bisa selamat dari situ, insya Allah perjuangan itu akan kita anggap biasa-biasa saja. Apalagi mati yang dikehendaki pejuang Islam adalah mati syahid,” terang Ustad Aziz.(*)