Makanan Sebagai Obat

Kesehatan141 views

Wartasulsel.net,- Makassar- Makanan yang kita makan bukan hanya “obat” ketika kita lapar, tapi juga
bisa menjadi obat dikala kita sakit. Prinsipnya adalah: pertama: makanan yang kita makan adalah makanan yang mengandung zat gizi cukup sehingga
tubuh memiliki tenaga untuk menyembuhkan dirinya.

Kedua, makanan tersebut tidak boleh menambah beban kerja bagian tubuh yang sakit. Ketiga, jenis dan jumlahnya harus diatur.

Daeng Manye

Makanan sebagai obat, biasanya dikenal dengan istilah diet. Diet adalah
aturan makanan khusus untuk kesehatan dan biasanya dilakukan atas petunjuk dokter atau konsultan gizi. Kebanyakan orang memahami kata diet hanya sebatas pada bagaimana menurunkan berat badan tubuh atau agar tubuh langsing, padahal itu salah.

Setiap penyakit pasti ada dietnya, misalnya,
diet rendah garam, diet energi tinggi protein tinggi, diet serat tinggi,
diet penyakit hati, diet sisa rendah, dll.

Di zaman yang memanfaatkan teknologi canggih seperti sekarang, polusi
penyebab radikal bebas sangat rentan kita jumpai. Dari bangun tidur sampai
tidur lagi, dari menarik nafas sampai memasukan makanan ke dalam mulut.

Tidak heran jika kita sering menemui orang yang mengalami penyakit serius
seperti kanker, diabetes, dan infeksi lainnya meski masih di usia muda. Kemajuan dunia kedokteran memang memberikan alternatif obat berbagai
penyakit tersebut.

Begitu juga dengan pengetahuan mengenai dunia herbal
yang mengkasi kandungan antioksidan dalam makanan.

Salah satu senyawa yang hangat dibicarakan ilmu pengetahuan modern adalah antioksidan. Antioksidan adalah zat dalam makanan/minuman yang mampu
menetralisis radikal bebas sehingga tidak mengganggu sel dalam tubuh kita.

Pada dasarnya gangguan kesehatan fisik pada tubuh manusia disebabkan oleh
kerusakan sel. Kerusakan sel tersebut bisa terjadi oleh infeksi ataupun
bukan infeksi. Infeksi atau bukan infeksi ini kemungkinan disebabkan oleh
paparan radikal bebas.

Selain berperan mencegah berbagai penyakit, antioksidan juga bisa
menyembuhkan penyakit tersebut. Beberapa macam zat aktif antioksidan bisa
menghentikan perkembangan penyakit dan akhirnya menyembuhkannya. Cara kerja
antioksidan adalah memperbaiki fungsi biologis tubuh. Berbeda dengan cara kerja obat-obatan yang dapat menyembuhkan penyakit target secara spontan.

Efek penyembuhan oleh antioksidan tentu lebih lama jika dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan kimia. Namun keunggulan antioksidan adalah
memberikan efek penyembuhan yang lebih luas. Jika obat hanya menghentikan
gejala penyakit yang dirasakan penderita, antioksidan dapat menghilangkan
sumber gejala sampai ke akar-akarnya.

Bagaimanapun juga kita tidak tahu jenis radikal bebas apa yang menyerang
tubuh kita. Sehingga kita juga tidak tahu jenis antioksidan yang tepat
dalam menangani radikal bebas tersebut. Kita perlu mengkonsumsi makanan alami yang mengandung antioksidan unggul dengan bervariasi. Setiap makanan
memiliki komponen aktif antioksidan yang berbeda. Memvariasikan jenis makanan yang dikonsumsi sama halnya dengan memvariasikan asupan antioksidan
yang masuk ke dalam tubuh. Perbanyaklah mencari informasi makanan apa saja
yang unggul kandungan antioksidannya. Biasanya sumber antioksidan alami
berasal dari buah dan sayur.

Kontributor : Masdarwati

Dosen Gizi FKM-UPRI Makassar

(IKF/redws)