by

“Demi Sesuap Nasi Pribumi Baku Pukul”

WARTASULSEL.NET, – Dalam minggu-minggu ini marak demonstrasi diberapa pulau terkait dengan angkutan konvensioan dan Online.

Di Makassar demonstrasi dilakukan oleh angkutan konvensional di depan DPRD Provinsi yang mengakibatkan kemacetan luar biasa dan dampaknya luar biasa khususnya sweeping liar terhadap angkutan online.

Baru-baru ini juga terjadi demonstrasi besar-besaran dilakukan di kota Surabaya menuntut pemerintah provinsi untuk melarang beroperasinya angkutan online yang dianggap sangat menghancurkan bisnis angkutan konvensional.

Efek tersebut menjadi perhatian bila pemerintah tidak hadir dalam problematika saat ini.

Pribumi berbenturan dengan pribumi sendiri demi untuk mencari sesuap nasi.

Hal tersebut bukan hal yang baru tapi problema tersebut sudah terjadi beberapa tahun ini yang masih belum menemukan win-win solution dari kedua pihak.

Itu semua bisa diartikan pemerintah belum hadir dengan serius untuk mencarikan solusi terbaik dari kedua belah pihak.

Memang perkembangan zaman tidak bisa dihindari akan tetapi harus adanya pembaharuan tentang model bisnis angkutan konvensional. Masih banyaknya juga angkutan konvensional yang sebetulnya tidak layak beroperasi.

Disamping itu pemerintah juga harus memperhatikan betul demi keamanan penguna jalan, hal tersebut juga menjadi tantangan pengusaha jasa angkutan konvensional agar mampu bersaing dengan sehat dengan angkutan online.

Dilain sisi pemerintah juga harus membatasi angkutan online yang sampai saat ini jumlahnya mencapai ribuan di setiap kota. Hal tersebut jika tidak diantisipasi dengan baik, maka akan menimbulkan banyak sekali efek negatif, salah satu contohnya ruas jalan tidak seimbang lagi dengan kuantitas kendaraan.

Karena saat ini hanya dengan modal 5 hingga 10 juta saja masyarakat bisa membeli mobil dengan skema cicilan. Terbukti dari tahun 2016-2017 jumlah unit kendaraan yang beroperasi meningkat pesat, menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (GAIKINDO) ditahun 2017 kuartal I adanya peningkatan penjualan mobil ke dealer 5,96% dari tahun sebelumnya.

Suatu contoh solusi agar jasa angkutan konvensional mampu bersaing diantaranya pemerintah turut andil dalam manajemen waktu terkait jam operasional angkutan konvensional yang harus betul-betul baik agar penguna jasa bisa memprediksi waktu-waktu operasional angkutan.

Di sisi lain, fasilitas angkutan konvensional juga harus bisa memberikan kenyamanan serta keamanan bagi penguna jasa, selain itu juga pemerintah harus mengatur ulang rute perjalanan untuk menjawab kebutuhan penguna jasa serta manajemen yang baik agar penguna jasa juga bisa memastikan jam operasional angkutan konvensional, karena saat ini penguna jasa angkutan online lebih dipilih karena sewaktu-waktu mereka bisa mengunakan jasanya. (redaksi/ar)