by

Peringatan Urgent! Hati-hati Parasetamol Ditulis P-500 Berbahaya, Benarkah ?

WARTASULSEL.NET, – Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang bertuliskan P-500 yang beredar. ini adalah parasetamol baru dengan warna sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus yang dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia.

Obat parasetamol seperti apa yang katanya mengandung virus berbahaya?

Menurut pesan berantai yang tersebar melalui media sosial serta aplikasi chatting, obat parasetamol yang mengandung virus mematikan adalah parasetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen) dengan nomor seri P-500. Nomor seri ini biasanya tercantum dalam kemasan produk dan mengindikasikan dosisnya, yaitu 500 miligram.

Disebutkan juga dalam pesan berantai tersebut bahwa obat tersebut keluaran baru, warnanya sangat putih dan permukaannya tampak mengilap.  Obat parasetamol P-500 tersebut dikatakan mengandung patogen (pembawa virus) yang sangat berbahaya, yaitu Machupo. Virus macupo diklaim bisa menginfeksi siapa saja yang mengonsumsinya. Infeksi virus ini dapat menyebabkan kematian. Namun, pesan berantai ini tidak menyertai keterangan ahli, bukti uji klinis, atau penjelasan lebih lanjut yang bisa membenarkan klaimnya.

 

Benarkah obat paracetamol mengandung virus Machupo?

Tidak, obat parasetamol P-500 tidak mengandung virus Machupo. Dilansir dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, paracetamol P-500 telah diperiksa dan diuji keamanan serta mutunya sebelum diedarkan secara bebas di pasar, dilansir dari hellowarta.com

Setelah melalui uji klinis, BPOM tetap aktif memantau produksi dan distribusi obat ini di pasaran. Berdasarkan evaluasi BPOM, obat parasetamol P-500 dinyatakan aman dan bebas dari virus Machupo.Sampai saat ini belum ada penelitian atau uji laboratorium dari mana pun yang bisa membuktikan adanya virus Machupo dalam obat parasetamol P-500. Maka, pesan berantai tersebut hanyalah kebohongan belaka (hoax).

Isu parasetamol mengandung virus ini serupa dengan isu makanan kemasan dan pisang yang diimpor dari negara-negara di Amerika Selatan mengandung virus HIV. Isu-isu yang tak didukung oleh bukti ilmiah seperti ini hanya disebarkan untuk menakuti-nakuti orang saja.Oleh karenanya, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengimbau masyarakat untuk membeli obat hanya di apotek atau toko obat yang sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan setempat. Obat-obatan di apotek resmi atau toko obat berizin pasti telah diuji dan diawasi secara ketat oleh BPOM. (sahrul)