by

Pesan 24 Dzulqa’dah 1438H : “Umur Pernikahan”

WARTASULSEL.NET, – Putri Gayatri (17) adalah seorang pelajar putri dari salah satu SMA di Kabupaten Bandung. Dia menjadi salah satu pembicara pada Konas Promosi Kesehatan yang dihelat beberapa hari lalu di Jakarta. Putri adalah contoh  remaja yg peduli dengan nasib temannya. Bersama beberapa temannya Putri melakukan upaya advokasi ke para pengambil kebijakan dan berbagai lintas sektor agar batas umur pernikahan ditingkatkan.
Jumlah pernikahan anak di bawah 18 tahun termasuk tinggi di Indonesia. Angka ini biasa dihubungkan dengan rendahnya tingkat pendidikan ibu, kematian ibu, kekerasan rumah tangga serta kasus perceraian. Itulah sebanya banyak pemerhati sosial yg meminta agar batasan umur minimal pernikahan harus ditinjau ulang.

 

Hanya saja banyak yang lupa melihat faktor lain yang sangat terkait dengan umur pernikahan termasuk kemiskinan, maraknya pergaulan bebas dan lepasnya kontrol orang tua dan juga pendidik terhadap moral remaja.

 

Allah mewajibkan setiap hamba-Nya untuk hidup berpasangan dalam ikatan pernikahan yg sah.  Hanya saja persiapan menuju kehidupan berumah tangga harus dilakukan dengan baik.

 

Pernikahan harus didasari atas pengetahuan agama yang memadai dan terus ditingkatkan. Bagi setiap pasangan yang akan meningkat seharusnya mereka punya tanda lulus atau sertifikat dari suatu lembaga professional untuk kesiapan berumah tangga.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Walaqad arsalnaa rusulam min qablika waja’alnaa lahum azwaajaw wadzurriyyatan (QS Ar-Raad 13:38). Artinya: Dan sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.
BERSIAPLAH MENIKAH DAN MENJALANI SUKA DUKA KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA. (Prof. Veni Hadju/zoel)