by

Seminar Tentang PKI Ditentang Mahasiswa

WARTASULSEL.NET, – Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) Kamis (14/9) menggelar aksi demonstrasi dikantor LBH Jakarta Jl. Diponegoro Menteng Jakarta Pusat menentang rencana LBH Jakarta yang akan menggelar seminar pemberontakan PKI Madiun 1948 dan pemberontakan G30S PKI tahun 1965 pada Sabtu-Minggu (16-17/9).

 

Dari pantuan wartanasional.net dilapangan Massa Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) membawa spanduk yang bertuliskan “jangan rusak upaya rekonsiliasi yang sedang berjalan, masalah sudah selesai jangan diungkit-ungkit lagi, Pancasila harga mati dan tolak politisi PKI” yang dibawa sekitar puluhan orang mahasiswa.

 

Selain itu aksi yang dipimpin oleh Andi Ullah juga menggelar orasi-orasi politik “Tragedi Konflik menimbulkan korban kemanusiaan bersekala luas yang terjadi 50 tahun lalu yang di kenal dengan istilah Gerakan 30 September (G30SPKI) menjadi catatan kelam bagi perjalanan sejarah bangsa ini. Hal tersebut layak dijadikan pelajaran bagi bangsa ini” ungkapnya.

 

“Dalam hal ini sepatutnya memberikan dukungan dan apresiasi terhadap apa yang telah dan akan terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam mencarikan solusi untuk masa depan dan juga penuntasan kasus tersebut” tegas Andi dalam orasinya menggunakan megaphone kepada pengguna jalan lain.

 

Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) juga membagikan pernyataan tertulis yang berisi “Siapa pun dia, terutama yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam peristiwa G30S tersebut, dan juga seluruh bangsa ini harus jujur dan lapang dada bahwa peristiwa tersebut merupakan konflik Politik dan Ideologi yang faktanya memang berunjung pada upaya makar dan pemberontakan Politik sehingga pihak-pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan dengan berbagai konsekuensi yang ada”.

 

“Meskipun pihak yang dinyatakan terlibat baik langsung maupun tidak langsung terhadap peristiwa G30S bersalah secara Politik, namun penyelesaian secara menyeluruh dan berkeadilan perlu dilakukan. Tawaran Pemerintah melalui penyelesaian non Yudisial atau Rekonsiliasi merupakan langkah yang tepat” isi poin kedua pernyataan AMPUH.

 

“Sebagai generasi masa depan, kami menolak segala upaya yang mencoba untuk selalu mengungkit permasalahan atau peristiwa G30S ini demi untuk kepentingan sesaat dan demi kepentingan Politik tertentu. Sebab peristiwa G30S itu sendiri sudah terjadi 50 tahun lalu, bila selalu kita permasalahkan karena akan terus membebani perjalanan bangsa dan berpotensi memecah bangsa yang sudah terajut dengan baik” penutup pernyataan yang dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas.

 

Hingga selesainya aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) yang dikawal ketat aparat keamanan tersebut tidak ada satupun dari pihak LBH Jakarta yang menemui mahasiswa. (wartanasional/nn)