by

DPRD Parepare Menerima Keluhan Warga Soal Pencatatan Meteran Air PDAM

WARTASULSEL.NET, – Tepat adanya bahwa warga mengeluh ke DPRD Parepare, dikarenakan adanya dugaan oknum yang tidak bertanggung jawab dari sebuah instansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare yang melakukan pencatatan meteran ke rumah-rumah warga melebihi dari angka penggunaan air. Hal ini mengakibatkan meningkatnya pembayaran masyarakat setiap bulannya, lantaran mahalnya pembayaran air yang tidak semestinya dan mengada-ada mengakibatkan kerugian kepada masyarakat.

 

Warga juga mengeluhkan biaya pemasangan meteran baru semaunya oleh oknum PDAM Kota Parepare. Ketua Komisi III DPRD Parepare Parman Agus Mante mengatakan, jika terbukti oknum PDAM sengaja melakukan pencatatan lebih dari angka meteran maka Dirut PDAM akan dipanggil untuk dimintai tanggapan serta dievaluasi. “Mesti kita cermati dulu, kalau itu terbukti, Komisi III siap memanggil dan mengevaluasi Dirut PDAM, ”imbuhnya.

 

Parman Agus Mante juga menambahkan, soal adanya dugaan kebocoran air PDAM juga mesti diperhatikan PDAM, agar tidak berdampak pada pendapatan asli daerah melalui PDAM. ”Karena masih banyak meteran PDAM yang digunakan oleh masyarakat dan pejabat tidak melakukan pembayaran penggunaan air. Ini mesti diperhatikan oleh PDAM, ”ucapnya. Dengan demikian, kebocoran ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Direktur PDAM, karena ini tidak boleh dibiarkan. “Bukan terbuang, tapi masih banyak kilometer yang tidak terdaftar di PDAM. Artinya pengguna air gratis, ”katanya.

 

Luki sapaan akrab Direktur PDAM Parepare yang ditemui di sela-sela kegiatannya mengaku jika sampai saat ini masih banyak meteran yang menunggak atau tidak terdaftar, kejadian itu terjadi sejak beliau menjabat di PDAM. Dia mengatakan saat ini pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk meminimalisir terjadinya kebocoran air tersebut. Tim yang dibentuknya memberikan hasil yang baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pembayaran untuk melunasi tunggakannya dikantor. “ucapnya.

 

Oknum yang melakukan pencatatan lebih dari angka pemakain di meteran itu, karena banyak hal. Seperti meterannya sudah kabur, ataukah ada masalah di meteran itu, menurut Luki. “Jadi kalau ada meteran yang mengalami kerusakan maka kami langsung melakukan penggantian, karena kami juga yang rugi kalau tidak diganti, ”katanya.

 

Luki pun tidak mengelak, jika masih adanya oknum dan karyawan PDAM yang melakukan hal-hal negatif. “Ya, tentu masih ada, satu dua oranglah yang melakukan hal-hal yang seperti itu, sekarang saja masih ada karyawan yang diburu sama warga, ”bebernya. Namun, bagi karyawan yang melanggar aturan tentu ada sanksi yang disiapkan, yang pertama itu teguran, lalu secara tertulis, kemudian penundaan kenaikan pangkat dan penundaan gaji. “Jadi kami masih terus berupaya untuk meminimalisir hal-hal tersebut. (zoel)