by

Pekan Pasca Ramadhan 26 Dzulqa’dah 1438 H : “Peran Imunisasi”

WARTASULSEL.NET, – Hasil  evaluasi Badan Kesehatan Dunia  (WHO) menunjukkan bahwa program kesehatan masyarakat yang paling memberikan kontribusi terbesar di abad ke-20 dalam kehidupan manusia adalah imunisasi. Minggu (20/8/2017)

 

Dengan program ini telah diselamatkan jutaan anak di dunia setiap tahun.  Dr. Jerome Hahn Kim, Dkirektur International Vaccine Institute, Lembaga PBB di Seoul, Korea, mengatakan upaya untuk mencari vaksin yang murah dan efektif terus dilakukan khususnya untuk penyakit-penyakit yang banyak membunuh terutama di negara yang miskin di mana penularan penyakit sangat tinggi.

 

Namun vaksinasi saat ini mendapat hambatan dari beberapa kelompok yang mempertanyakan tentang kehalalan dan efek sampingnya. Apalagi ada yang menghubungkan dengan industri dan biaya yang dikeluarkan untuk program ini.

 

Padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menjamin bahwa kalau upaya mencegah kematian harus diutamakan. Bila kematian terjadi karena kelalaian orang tua memberi imunisasi kepada anaknya maka orang tua harus bertanggung jawab.

 

Allah memprioritaskan pencegahan akan kejadian kematian dan penyakit yang memberi efek samping yang berat. Jumlah manusia yang meninggal akibat penyakit campak atau anak yang mengalami kecacatan karena infeksi rubella saat ini sdh bisa dicegah dengan vaksin yang sudah dijamin aman secara International dan sudah dibuktikan di berbagai negara. Indonesia termasuk negara yang ingin keluar dari bahaya penyakit ini namun pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan.

 

Maha Benar Allah dengan firman-Nya:

 

تَقْوِيمٍلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ

Laqad khalaqnaa-insaana fii ahsani taqwiim(in)

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” – (QS.95:4)

 

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

Tsumma radadnaahu asfala saafiliin(a)

“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat, yang serendah-rendahnya (neraka),” – (QS.95:5)

 

Tingkatkan pengetahuan kita terhadap imunisasi.

 

 

(Source : Prof. Veni Hadju)