by

Rakyat Takalar Lapor Perusahaan Tambang Pasir Laut Ke Gakum KLHK Dan Polda SulSel

WARTASULSEL.NET- Gerakan Rakyat Tolak Tambang Pasir Laut Takalar (GERTAK) yang tergabung di dalamnya FIK KSM, FormasiNegara, Aliansi Masyarakat Pulau Tanakeke, Walhi, LBH, mahasiswa dan Masyarakat Tolak Tambang Pasir Laut Takalar menyampaikan laporan dan pengaduan pelanggaran perusahaan terkait Penambangan Pasir Laut di Kantor KLHK dan Polda Sulsel, Kamis 3 Agustus 2017.

 

Desakan demi desakan telah dilakukan oleh Gertak dan elemen masyarakat baik di Pemerintah Kabupaten Takalar dan Provinsi untuk menghentikan penambangan pasir laut namun tidak kunjung juga dihentikan. Sehingga sangat meresahkan dan tidak ada solusi cepat untuk menghentikan penambangan tersebut.

 

Nurlinda Taco, Pelopor Gertak dan rakyat Takalar mengatakan penyampaian pengaduan ke Gakum KLHK dan laporan ke Polda Sulsel ini sebagai salah satu bentuk kekecewaan kepada Pemerintah Kabupaten Takalar dan Provinsi yang tidak pernah mengindahkan tuntutan Cabut Izin Prinsip tersebut dan menghentikannya.

 

” Kami kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten, tak ada solusinya maka kami laporkan Perusahaan tambang pasir laut di Takalar ke Gakum KLHK dan Polda Sulsel”, tegas Nurlinda Taco.

 

Perusahaan yang terkait PT Yasmin Bumi Asri, PT. Mineratama dan PT Hamparan Laut Samudera,” tambah Taco.

 

Basri, Aliansi masyarakat Pulau Tanakeke menyampaikan laporan ke Polda Sulsel dan Gakum KLHK sebagai bentuk perjuangan menghentikan penambangan di Takalar,” ungkap pelapor di Polda Sulsel ini.

 

Dalam pengaduan ke Gakum KLHK di terima oleh M.Syafril dan Laporan ke Polda Sulsel diterima oleh Bapak Djayadi.

 

Turut hadir dalam rombongan H.Mone, Muh Ali Dg.Mangung, Dg.Tompo, Dg.Nassa, Amri,Abdul Rahman Kulle dan masyarakat Takalar lainnya.

 

(red ws)