by

Akibat Tambang Pasir laut, Ikan Paus Terdampar Tak Bernyawa

Wartasulsel.net,  – Gelombang aksi LSM, Organisasi Pemuda, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat dan rakyat pesisir Kabupaten Takalar yang beberapa kali dilakukan sbg upaya menolak tambang pasir laut yang berdampak di 5 Kecamatan yakni Galesong, Galesong Utara, Galesong Selatan, Sanrobone dan Tanakeke Mappakasunggu Kabupaten Takalar telah mendesak agar menghentikan tambang pasir laut karena berdampak buruk bagi ekosistem laut dan sumber mata pencaharian para nelayan. (10/7/2017)

 

Hal ini terbukti, terdamparnya ikan paus kerdil yang tidak bs bertahan hidup dan tidak bernyawa lagi di bibir pantai Mangindara Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Sabtu, 8/7/2017.

 

Ini diakibatkan penyedotan pasir di laut oleh kapal Boskalis yang mengganggu habitat laut sehingga biota laut tak mampu bertahan hidup,” ungkap Lukman salah seorang warga setempat.

 

“Ikan paus terdampar dan mati di sini, tak pernah terjadi sebelumnya, inimi akibatnya adanya penambang pasir laut di Takalar “, Bagaimanami ikan-ikan kecilka?mati tommi dan lari ki juga”, kesalnya.

 

Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghampirinya dan sedih melihat ikan paus yg lemah dan tak bernyawa lg serta kulitnya yang seperti disedot.

 

Selain ikan paus, juga hal aneh terjadi yang tidak seperti kebiasaan rakyat pesisir galesong. Warga kaget dan langsung ke pinggir laut untuk melihat banyaknya kerang (tude) yang tiba-tiba ada, padahal ada waktu tertentu kerang tersebut ada. Sehingga banyak warga diluar galesong ikut turun ke laut mengambil kerang (tude) tersebut.

Foto : Kerang (tude sebutan orang Galesong)

Salah seorang nelayan, Dg. Tompo mengatakan, mulaimi muncul satu persatu dampak buruk akibat penambang tersebut, siapami mau bertanggung jawab klo begini? Pemerintah daerah Takalar dan pemprov harus cepat mengambil keputusan cabut izinnya, jangan sampe terjadi pi sedeng dampak-dampak lainnya seperti abrasi, baru mau semua cari solusinya “, pokoknya Hentikan sekarang Tambang itu, tegas Tompo.

 

Sampe kejadian ini terjadi, masyarakat dengan keras akan terus mendesak DPRD dan Bupati Takalar untuk mengambil sikap menghentikan tambang pasir laut sampai izinnya dicabut.

 

Penulis : Akhmad Khudri

Editor : Redaksi WS