by

Ratusan Warga Galesong Demo Kantor Polairud Minta Klarifikasi Di Makassar

WARTASULSEL.NET, – Kejadian berawal diduga rekan warga belum pulang ke kediamannya karena masih bersama dengan Kapal Polairud (Polisi Perairan dan Udara) Polda Sulsel saat setelah melakukan aksi pengusiran Kapal Penambang Pasir “Fair Way” Sore kemarin 23/6 di Perairan Galesong Kabupaten Takalar.

Kejadian tersebut terdapat adanya diskomunikasi (salah faham) terkait adanya foto rekan warga yang dibawa serta di Kapal milik Polairud ke Markasnya di Makassar. Dalam percakapan grup WA milik warga Galesong mereka mengira rekannya ditawan atau disandera pihak Polairud karena melihat ada foto rekannya bernama Irvan sedang terikat tali tangannya dengan posisi tengkurap.

Foto yang beredar dan Kejadian Tidak Benar melainkan Hanya Iseng-iseng Oleh Irvan

Melihat foto yang Irvan yang sedang terikat tangannya diatas kursi, lalu sontak dan spontan Keluarga, kerabat, dan Warga Galesong yang melihat foto tersebut kemudian berkumpul dan mendatangi Kantor Polairud Di Makassar.

Pihak perwakilan warga pun di terima oleh Pihak Polairud dan memberikan keterangan terkait dengan adanya isu beredar bahwa rekan nelayan ditawan oleh Polisi Perairan Polda Sulsel.

Foto Yang Benar saat dimintai Keterangan Warga oleh Pihak Polairud Diatas Kapal

“Tidak benar kami tawan atau sandera, tapi kami membawanya ke kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksi mereka di perairan laut Galesong sore hari itu”, ungkap salah seorang anggota Polairud saat dimintai keterangannya.

 

Sementara ditempat yang sama Irvan salah seorang yang dibawa oleh Kapal Polairud semalam, menjelaskan dan meminta maaf atas kejadian ini karena foto tersebut tidak benar dan itu hanya iseng-iseng kami yang kemudian ada yang mengupload/mengunggah ke grup Whatsapp Forum Nelayan Galesong Bersatu dan kami tidak tidak sempat menjelaskan karena Handphone seluler kami lowbet atau baterai melemah.

Hal senada diatas, kemudian pihak Polairud meminta Irvan untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

 

Ratusan Warga serta Nelayan Galesong itu, kemudian membubarkan diri setelah ketiga warga yang dibawa oleh Polairud tersebut diantaranya Nurlinda Taco dan Suaminya serta Irvan salah seorang Nelayan Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar itu dibebaskan. (red ws)