by

Inilah Ulasan Tentang “Puncak Kemenangan”

WARTASULSEL.NET, – Kuhapus air yang membasahi pipi ini. Kutelan air liur yang terasa semakin pahit. Kutahan dada yang terus bergetar tak menentu. Kulihat kembali jam di dinding mesjid itu. Oh Ramadhan, engkau akan berlalu beberapa menit lagi.

 

Adakah lagi waktu untuk kita bersua lagi? Adakah lagi masa yang akan mempertemukan kita? Adakah lagi siraman kesejukan saat beribadah di malam hari buat hati ini? Adakah lagi kehangatan sinar pagimu  yang membangkitkan jiwa ini?

 

Sepertinya, belum bersih diri ini dari dosa-dosa yang lampau. Belum sempurna amal-amal untuk mencapai nikmat surga-Mu.

 

Belum puas kami menikmati hari-hari yang indah untuk beribadah kepada-Mu Belum tinggi kecintaan kami untuk berlama-lama dengan Kitab-Mu. Oh Ramadhan, begitu cepat engkau meninggalkan kami.

 

Kami menyadari, sudah saatnya engkau pergi meninggalkan kami. Sudah waktunya bagi kami menata kembali hidup setelah sebulan bersamamu. Sudah tiba harinya agar kami mewujudkan perubahan yang menjadi mimpi kami.

 

Semoga hari ini adalah puncak kemenangan bagi kami semuanya untuk memulai sesuatu yang lebih baik dalam sisa hidup ini.

 

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Idza jaa anashrullaahi wal fath, wara ayitannasa yadkhuluuna fiidiinillaahi afwajaa. Fasabbih bihamdirabbika wastaghfirh (QS An-Nasr 110:1-3). Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbillah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

 

BERTASBILAH, PUJILAH ALLAH, DAN  MEMOHON AMPUNLAH DENGAN KEMENANGANMU BERAMADHAN DI TAHUN INI.

(Oleh : Prof.Veni H)

(Red ws)