by

Renungan Ramadhan : Jadikan Semua Aspek Kehidupan Sebagai “Ibadah”

WARTASULSEL.NET, – Salah satu tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadanya sebagaimana di sebutkan di dalam Al Qur’an Surat Az-Zariyat Ayat 56.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku “
Ibadah berasal dari bahasa arab yang berarti tunduk atau merendahkan diri.

Pengertian ibadah ada 2 macam, Yaitu :
1. Ibadah dalam arti sempit yaitu ibadah yang berkaitan dengan praktik ritual seperti sholat,puasa,zakat,haji, dsb
2. Ibadah dalam arti luas yaitu tunduk akan ketaatan baik secara lisan ataupun bentuk perbuatan yang timbul akibat keyakinan yang mendalam kepada siapa seseorang itu harus tunduk dan mengabdi
Jika setiap ucapan atau perbuatan yang merupakan pengabdian kepada Allah di sebut ibadah . dengan demikian apapun dilaksanakan baik secara lisan maupun perbuatan karena lillahi ta’ala itu ibadah dalam arti luas. (14/6/2017)

Syarat agar aspek kehidupan bernilai ibadah

1. Iman kepada Allah
Perbuatan baik orang tidak beriman kepada Allah hanya diganjar di dunia seperti mendapat pujian dan sanjungan manusia. Namun di akhirat, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa, dan tempat kembalinya adalah neraka.
Dasarnya adalah firman Allah:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi..” (QS: Ali Imraan: 85)
Demikian juga firman Allah:
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan…” (QS: Al-Furqaan : 23)
Juga firman Allah:
وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَلِقَاء الآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلاَّ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan..” (QS: -A’raaf : 147)
Aisyah Radhiallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah! Ibnu Juz’an dahulu di masa jahiliyyah selalu menjaga hubungan silaturrahmi dan memberi makan fakir miskin. Apakah itu berguna baginya di akhirat?” Beliau menjawab: “Tidak akan berguna baginya. Karena ia tidak pernah mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku di Hari Pembalasan nanti.” (HR. Imam Muslim dalam Shahih-nya 214)

2. Niat yang baik karena Allah
Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR Bukhari dan Muslim )

Tujuan pokok ibadah adalah :
1. Mengingatkan kepada manusia bahwa rohaninya mempunyai kebutuhan- kebutuhan yang harus di penuhi sebagaimana kebutuhan jasmaninya
2. Mengingatkan kepada manusia bahwa di balik kehidupan yang panah ini masih ada kehidupan yang abadi
3. Sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ketaqwaan.

(Oleh : Ustad. Syarifuddin Liwang)
(red ws)