by

Renungan Ke-18 Ramadhan : “Puasa Dan Gagal Ginjal”

WARTASULSEL.NET, – Penderita gagal ginjal terus meningkat kejadiannya di Indonesia. Di beberapa RS, jumlah pasien kadang tidak sebanding dengan jumlah alat cuci darah (hemodialisis) yang tersedia. Seringkali terjadi antrian oleh karena jumlah pasien yang banyak. Kadang orang bertanya, mengapa jumlah pasien untuk cuci darah terus bertammbah? Apakah penyakit ini tidak bisa dicegah?

Gagal ginjal ada dua jenis yaitu akut dan kronik. Konsumsi obat atau bahan2 berbahaya saat ini dianggap bertanggung jawab termasuk penyakit2 gangguan metabolisme seperti dIabetes. Disamping itu berat badan yang berlebihan juga berhubungan dgn kelainan ini.

Kebiasaan mengkonsumsi minuman berenergi atau yang mengandung zat-zat perangsang peningkatan energi juga menjadi penyebab kerusakan ginjal. Banyak masyarakat yang tidak menyadari akan hal ini.

Puasa wajib dan sunnah yang telah menjadi gaya hidup adalah salah satu bentuk pencegahan. Puasa bisa menjaga berat badan ideal. Puasa juga bisa menekan penggunaan obat yang berlebihan. Puasa juga dapat memberikan perbaikan terhadap sel-sel yang menyusun organ-organ tubuh termasuk ginjal. Puasa juga akan melancarkan pengeluaran toksin melewati ginjal. Puasa yang baik telah dicontohkan Rasulullah.

Maha benar Allah dengan firmannya: Yaa ayyuhannaasu qadjaa akum burhaanum mirrabbikum wa anzalnaa ilaikum nuuram mubiinaa (QS An-Nisa 3:174). Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).

BERPUASALAH SEPERTI YANG DICONTOHKAN RASULULLAH NISCAYA KESEHATAN GINJAL ANDA TERJAGA.
(Prof.Veni.H/red ws)