by

Ketua Bidang Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Angkat Bicara Soal Tambang Pasir Laut Galesong

Wartasulsel.net, – Maraknya soratan rencana akan diadakannya tambang pasir laut yang berada di periran Galesong dan Galesong Selatan, banyak lembaga baik itu lembaga pemerhati galesong, maupun lembaga swadaya masyarakat lainnya yang simpati terhadap rencana pemerintah provinsi tersebut, kemudian Pemuda Muhammadiyah Takalar juga memberi respon terkait tambang pasir laut tersebut.(3/4/2017)

 

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Takalar Muhammad Rusli, angkat bicara setelah melakukan analisis dan menghadiri forum diskusi bersama masyarakat terhadap dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya.

 

Dalam kesempatan melakukan penelitian soal abrasi yang terjadi di tiga desa yakni Desa Boddia, Desa Mappakalompo, dan Desa Galesong Kota. Ternyata hasil mengejutkan bahwa dulu di tahun 1976 Pulau Sanrobengi berjarak dengan daratan Galesong sekitar kurang lebih 100 meter dan dibandingkan sekarang sudah mencapai 1.100 meter, maka berarti dalam kurung waktu 40 tahun terakhir, abrasi pada daratan Boddia sekitar 2,5 meter pertahunnya, terangnya

 

Apalagi saat ini lagi direncanakan penambangan pasir laut di perairan Galesong maka bisa berdampak abrasi yang lebih dan sekitar 1500 Kepala Keluarga akan kehilangan tempat tinggalnya. Kemudian ditambahkan lagi bahwa tingkat kekeruhan air laut di Galesong akan semakin meningkat dan berdampak pada ekosistem laut Galesong.

 

Sementara dampak sosial menurut Rusli bahwa selain pemukiman warga yang hilang disekitar pantai, penambangan pasir juga akan sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai nelayan terutama yang menggunakan alat tangkap tradisional (Papanambe), tegas Rusli ke awak media.(redws)