by

Pilkada Takalar 2017 : Wadah Untuk Mempererat Persaudaraan, Ini Penjelasannya

Wartasulsel.net, – Kabupaten Takalar adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Pattallassang. Kabupaten Takalar terdiri dari delapan kecamatan, yaitu Pattallassang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Mappakasunggu dan Manggarabombang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 566,51 km² dan berpenduduk sebanyak ± 250.000 jiwa.

 

Pada umumnya masyarakat Takalar merupakan suku bugis Makassar yang terkenal dengan rasa saling menghargai dan loyalitas yang tinggi serta Terhormat.

 

Pada hari Rabu 15 Pebruari 2017 berhelatlah pemilihan Calon Kepala Daerah Takalar yang baru periode 2017-2022 antara incumbent Burhanuddin B-M Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) (Paslon No 1) dan Samsari Kitta – Ahmad Dg Se’re (SK-HD) (Paslon No. 2),

 

Pada hr Rabu 22 Pebruari 2017  setelah melalui proses rekapitulasi surat suara tingkat kabupaten dan rapat pleno di ruang media centre KPU Takalar,  KPU Takalar merilis hasil perhitungan suara dengan total perolehan suara yang diperoleh SK-HD sebesar 50,72 persen, sedangkan pasangan incumbent Bur-Nojeng memperoleh suara sebesar 49,82 persen.

 

Diatas adalah highligt perhelatan Pilkada Kab. Takalar dan saya mencoba membuat tulisan ini sebagai bentuk kepedulian untuk tetap saling  mngingatkan betapa pentingnya menjaga kehormatan budaya bugis masyarakat Takalar,  karena Takalar ada dan dikenal dengan karakter orang orang terhormat dan mampu menjaga persaudaraannya.

 

Beberapa kejadian unjuk rasa yang terjadi di Kab. Takalar setelah perhelatan Pilkada serentak 2017 membuktikan bahwa  ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi politik di Takalar. Oleh karena itu mari kita rapatkan barisan dan buktikan bahwa masyarakat Takalar adalah masyarakat cerdas yang tak mudah dihasut oleh para provokator untuk mengikuti kemauan mereka.

 

Apapun hasilnya, Pilkada hanyalah wadah untuk menentukan pemimpin bukan ajang untuk mengadu kekuatan dan bukan pula ajang pembuktian siapa lebih berpengaruh.

 

Saudaraku, sudah seharusnya kita saling mengingatkan, saling nasihat menasihati sesuai dengan apa yang diajarkan Nabiullah Muhammad SAW, jagalah persaudaraan kita semoga Allah senantiasa merahmati langkah kita untuk saling bahu membahu membangun Takalar yang lebih baik.

 

“TAKALAR BUTTA PANRANNUANGKU”

 

Ardsy/opini