by

Damai Bersama Pasca Pilkada Takalar

Baru saja kita lewati bersama pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah serentak yang salah satunya di Kab. Takalar dimana pasca pemilihan tersebut banyaknya isu pelanggaran pilkada beredar membuat masyarakat sangat resah, bukan karena hasilnya tetapi ancaman masing-masing tim sukses yang saling menuding adanya pelanggaran.

Dalam pelaksanaan Pilkada Takalar kalau dilihat sepintas adem-adem saja, tapi ternyata ada beberapa hal menurut kami, yang menyisahkan masalah di pilkada Takalar yaitu kami menemukan  adanya 7 dugaan pelanggaran di pilkada Takalar, “ujar kuasa hukum salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di salah satu media online”, menurut saya pernyataantersebut sangat membuat resah masyarakat khususnya di kab. takalar, maka dari itu kita sebagai masyarakat takalar yang cinta damai dan anti kekerasan harus bisa mencermati isu tersebut agar tidak terpancing/terprofokasi oleh salah satu tim sukses pilkada Takalar.

Pelaksanaan pilkada serentak ini memang bukan hanya di Kab. Takalar yang mendapat masalah tetapi di daerah lain salah satunya yaitu pilkada DKI Jakarta, yang mana salah calon gubernur di curigai melakukan kampanye hitam/menistakan salah satu agama. Begitulah dunia politik lawan jadi teman teman jadi lawan, jangankan menista agama masalah kecilpun di besar-besarkan demi tercapai visi dan misi salah satu pasangan Calon, yang haram dihalalkan begitupun sebaliknya, tak jarang kita temui setiap calon dalam pemilihan kepala daerah yang merasa puas dengan kekalahan, jadi kita harus berfikir kenapa bisa seperti itu dan apa penyebabnya ! padahal petugas Kepolisian sudah mengawal kegiatan Pilkada ini sampai kepelosok begitupun panitia pengawas/pemilihan maupun para saksi dari masing-masing calon kepala daerah tetapi masih belum bisa menerima hasilnya.

Dalam permasalahan ini siapakah yang harus kita salahkan, apakah kita secara pribadi atau panitia Pilkada dan aparat Kepolisian, mungkin kita bisa berfikir secara positif apa peneyebab sehingga banyaknya isu-isu beredar bahwa telah terjadi pelanggaran pilkada di Kab. Takalar, jangan kita sebagai masyarakat yang mebudayakan kata Siri’ na Pacce yang begitu gampangnya kita di profokasi oleh salah satu tim sukses calon bupati dan wakil bupati Kab. Takalar untuk mendukung mereka dalam sengketa pilkada.

Mari kita bersama-sama masyarakat Takalar yang beradat serta mengutamakan perdamaian untuk tetap menerima hasil keputusan MK, apapun hasilnya tetap yang terbaik bagi kita, karena ini demi kemimpinan daerah kita selama 5 tahun kedepan, jadi mari kita mendukung agar pilkada Takalar tetap aman. ***

rsmn/opini