by

Secarik Catatan Berteman Secangkir Kopi Untuk Pilkada Takalar

Pilkada serentak adalah Pemilihan kepala daerah provinsi, bupati/walikota secara langsung oleh rakyat secara serentak seluruh Indonesia sebagaimana di atur dalam undang-undang. Setelah sebelumnya putaran pertama selesai pada tahun 2015 kali ini puturan ke dua pilkada telah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 secara serentak di seluruh Indonesia. Sekarang pilkada menjadi pembahasan yang paling banyak dibicarakan masyarakat Indonesia mulai dari pilkada ibu kota sampai ke Pilkada Takalar.

Kabupaten Takalar, provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kabupaten yang telah melaksanakan pilkada di pebruari tahun 2017. Hal ini sangat menarik perhatian masyarkat Takalar. Pilkada Takalar diikuti hanya dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Takalar periode 2017-2022 yang nantinya menduduki kursi Takalar 01. Peserta pilkada yaitu pasangan nomor urut 1 pasangan petahana calon bupati Takalar dan wakil bupati Takalar Dr. H. Burhanuddin Baharuddin, S.E.,Ak., M.si berpasangan H.Natsir Ibrahim., S.E. Pesaingnya adalah Syamsari Kitta, S.Pt.,MM dan H.Achmad Daeng Se’re. S.Sos.

Banyaknya warga asli Takalar di tanah rantau yang sekaligus menjadi bagian dari “Butta Panrannuanku” maka melalui tulisan singkat ini izinkan saya untuk menyampaikan pesan-pesan sebagian besar warga Takalar di tanah perantauan kepada para calon bupati dan wakil bupati serta kepada para tim pemenangannya.

Untuk siapapun yang nantinya menjabat Bupati dan Wakil Bupati Takalar :

  • Jagalah Amanah Rakyat, karena kepemimpinan pada dasarnya merupakan amanah. Kepada sahabat Abu Dzarrin, Rasulullah Saw menyampaikan pesan:”Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah suatu amanah, dan di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan kecuali mereka yang mengambilnya dengan cara yang baik serta dapat memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin dengan baik” (HR Muslim).
  • Jadilah pribadi yang merakyat, adanya hubungan cinta kasih antara pemimpin dan yang dipimpin. Hubungan cinta kasih yang hakiki. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun mencintamu; kamu menghormati mereka dan merekapun menghormati kamu. Pun sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepada kamu. Kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknatmu.” (HR Muslim).
  • Jadilah pelayan yang baik untuk rakyat. Pemimpin harus menjadi pelayan yang baik untuk rakyatnya, bukan sebaliknya selalu ingin dilayani. Rasulullah bersabda: “ Pemmimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” (H.R Abu Nu’aim).
  • Jangan mengajarkan budaya korupsi untuk masyarakat, biasa dalam dekat pemilu ada beberapa pasangan calon yang membagikan sesuatu untuk merubah pilihan rakyat. Padahal itu adalah yang sangat dilarang oleh agama maupun undang-undang. Karena yang disogok dan yang menyogok sama-sama akan mendapat laknat.
  • Jual gagasan dan program kepada masyarakat, karena program adalah bagian dari senjata utama menaklukan hati rakyat, berikanlah program yang dibutuhkan oleh masyarakat dan benar-benar bisa dilaksanakan. Bukan janji-jani politik.
  • Bangun sumber daya manusia, jangan hanya program infrastruktur yang dikejar hanya karena ingin diakui programnnya berhasil, karena terlihat secara nyata kenerjanya kedepan, tetapi yang paling penting adalah pembangunan sumber daya manusia dengan peningatan mutu pendidikan, kesehatan dan pelatihan bagi pekerja dan generasi mudah. Memang tidak kelihatan sekarang, namun, 5 sampai 10 tahun kedepan kita akan rasakan manfaatnya.
  • Untuk kedua pasangan calon harus siap menang dan kalah, kalau menang maka mantap diri untuk menjalankan amanah rakyat dan jika kalah dukunglah pemenangnya untuk bersama memberikan masukan untuk perbaikan takalar kedepan.

Pesan untuk Tim Sukses/Pemenangan:

  • Jagalah kekondusifan di masyarakat, tidak usah saling menyerang bahkan sampai ada konflik horizontal.
  • Jangan memaksakan pilihan, karena hak suara rakyat adalah hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang.
  • Para pemenang harus bersiap menang dan kalah, bukan malah yang sudah jelas kalah membuat kegaduhan sendiri. Kalau memang hasilnya tidak sesuai maka mari selesaikan secara hukum agar semuanya clear.

Tulisan ini adalah hanya tulisan singkat yang saya rangkum dari seluruh warga Takalar di perantauan mudah-mudahan ada manfaatnya.

Mari kita membuat pilkada Takalar yang aman, bersih, jujur dan adil.

Kedua pasangan calon adalah dua pasangan putra terbaik Takalar yang ingin mengabdikan dirinya untuk daerahnya. Maka dari itu mari kita dukung bersama, siapapun yang jadi maka itulah pemimpin kita.

Kita bangun bersama untuk Takalar “Butta Panrannuanku” Yang lebih baik.

“TAKALAR BUTTA PANRANNUANGKU”

CaKra/Opini
(Makassar, Selasa, 28 Februari 2017)