by

BJ.Habibie Suka Pesawat R80 Mau Dikembangkan

Wartasulsel.net, Ekonomi – Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Telekomunikasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan akan pengembangan dua pesawat, yakni R80 dan N245 diusulkan menjadi proyek strategis nasional 2017.

Terkait dengan itu, mantan Presiden Republik Indonesia B.J. Habibie menyambut baik rencana Kementerian Perindustrian yang ingin menjadikan pengembangan pesawat R80 sebagai proyek strategis nasional.

“Saya rasa wajar. Apa jadinya Indonesia tanpa pesawat terbang. Kita harus membuat pesawat terbang itu karena kita tidak mampu membiayai, membayar dengan uang dari mana? Ekspor apa?” kata Habibie, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (14/2/2017).

Habibie menjelaskan, dengan potensi dan kapasitas ekonomi domestik yang besar, kebutuhan masyarakat Indonesia akan pesawat dan produk dirgantara lainnya akan terus meningkat setiap tahunnya.

Dia mengatakan, rencana usulan pengembangan pesawat R80 sebagai proyek strategis nasional, telah membuktikan adanya optimisme dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk dapat membuat produk dirgantara dengan kualitas yang baik.

“Dan kalau kita mampu, tidak perlu kita ragukan, kita sudah buktikan, kalian semua lebih baik dari eyang,” ujar dia dikutip dariAntara.

Habibie meyakini pemerintah dan generasi tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) di industri dirgantara mampu membuat pesawat R80 yang lebih baik dibanding saat kepemimpinannya.

“Kalian lebih baik keadaannya, jauh lebih sempurna dari ‘eyang’ (Habibie), kalian lebih besar, lebih pintar, bisa pakai Ipad Pro. Jadi saya sangat optimistis mengenai masa depan. Semua di tangan Anda. Semua jadi ujung tombaknya R80,” ujar Habibie.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Telekomunikasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan bahwa pengembangan dua pesawat, yaitu R80 dan N245 akan diusulkan menjadi proyek strategis nasional 2017.

Pesawat R80 rencananya akan dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan perusahaan bentukan Habibie bersama putranya Ilham Akbar Habibie. Sementara pesawat N245 akan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kedua pesawat tersebut akan menjadi pesawat penumpang sepenuhnya, dan digunakan dalam penerbangan jarak menengah. Investasi untuk pengembangan kedua proyek pesawat tersebut diperkirakan sebesar 180-200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun.

Redaksi wartasulsel.net/tirtoid