Misteri Permandian Pung Bunga Maros, yang Kerap Memakan Korban Jiwa, Sebaiknya Ditutup Permanen

Peristiwa129 views

Wartasulsel.net, Maros- Misteri permandian air terjun Pung Bunga, Dusun Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali menelan korban jiwa. Kabar duka datang dari kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Salah satu mahasiswa, Senin (12/02/2024).

” Itu benar sudah beberapa kali memakan korban,” ucap Mustakim Kades Desa Bonto Manurung saat dikonfirmasi Wartasulsel.net.

Daeng Manye

Peristiwa tersebut terjadi hari Minggu sekitar pukul 14.00 Wita, pemasangan papan himbauan itu dilakukan setelah korban lainya bertambah.

Mustakim mengatakan dengan beberapa kali air terjun pung bunga ini memakan korban. Sehingga langkah yang saya ambil pada peristiwa ini menutup air terjun dengan cara pemasangan himbauan yang ada dibeberapa titik jalur wisata.

“Langkah-langkah ini jauh sebelumnya sudah dilakukan,” himbaunya.

Mustakim menjelaskan masih ada juga orang yang mengindahkan himbauan dengan cara sembunyi-sembunyi, hal ini saya sampaikan ke masyarakat dan pengunjung dan sempat kemarin saya sampaikan pengunjung kita tidak baca himbauan larangan dan menjawab ya saya baca pak

“Jadi memang mereka keras kepala dan siapa yang mau disalahkan kalau seperti ini pak,” ujarnya.

Pemuda asal Gowa Ditemukan Tak Bernyawa di Air Terjun Pungbunga.

Hari kedua pencarian, Muchlis Ade Putra ditemukan tak bernyawa oleh Tim SAR gabungan. Pemuda 23 tahun asal Kabupaten Gowa ini dilaporkan tenggelam kemarin (minggu, 11/2) saat berenang di air terjun Pung Bunga Kecamatan Tompo bulu Kabupaten Maros, Sulsel.

“Hari ini, Senin, 12 Februari 2024, Tim Sar Gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas melakukan penyelaman dan menemukan korban disekitar lokasi tenggelamnya pada pukul 09.30 wita di kedalaman kira-kira 4 meter dalam keadaan tidak bernyawa,” terang Mexianus Bekabel, Kepala Kantor Basarnas Makassar.

Sebelumnya, korban bersama 4 orang temannya berkunjung ke air terjun pung bunga di kecamatan Tompo bulu Maros untuk berekreasi. Setibanya di lokasi, korban mencoba untuk masuk ke dalam sungai yang teryata dalam, korban sempat berenang tapi karena arus yang deras sehingga korban tidak kelihatan lagi dan tenggelam. Teman korban yang melihat kejadian ini kemudian melapor ke aparat desa setempat kemudian kepala desa Bonto manurung melapor ke Basarnas Makassar.

Atas kejadian ini, Kepala Kantor Basarnas Makassar mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan saat bertamasya, apalagi yang beraktivitas di tempat yang memiliki risiko seperti sungai.

“Kami berharap agar masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan dirinya, apalagi ketika beraktivitas di sekitar sungai,” tegas Mexianus.

(RUD).