Pohon Berbuah Alat Peraga Kampanye

Sosbud85 views

Wartasulsel.net,_|| Setiap makhluk hidup (biotik) maupun unsur abiotik (faktor lingkungan) memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi dan saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem.

Keseimbangan pada tiap komponen dari ekosistem harus terjaga supaya mengurangi kemungkinan kepunahan dan jumlah yang berlebih dari salah satu komponen di lingkungan dan alam.

Daeng Manye

Pohon merupakan komponen biotik berperan sebagai produsen sering dijumpai di berbagai ekosistem.

perlu kita ketahui bersama bahwa Satu pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari, Sedangkan kebutuhan oksigen manusia per harinya adalah 0,5 kg. Berarti satu pohon dapat menghidupi 2 orang.Jadi bisa disebut juga pohon adalah pemasok oksigen

Pohon juga tumbuhan tingkat tinggi yang tersusun dari struktur yang kompleks dalam mendukung pertumbuhan. Secara umum, bagian pohon mencakup akar, batang, daun, bunga dan pada jenis-jenis tertentu menghasilkan buah.

Di Indonesia banyak sekali pohon-pohon yang berbuah APK di mana banyak team sukses dari calon legislatif yang memasan baliho atau spanduknya di berbagai jenis pohon.Begitu pula Kabupaten takalar terjadi penomena unik,hampir di setiap jalan pohon-pohon itu berbuah alat peraga kampanye (APK). Dimana setiap pohon terdapat baliho calon legislatif (caleg) yang di paku itu kemudian berpotensi merusak pohon

Seharusnya pada pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali semestinya diwarnai dengan kebahagian, keceriaan, bila berjalan dengan tertib dan lancar.tapi yang terjadi baru jadi caleg aja ngerusak apalagi sudah duduk.

Padahal, peraturan pemasangan bahan kampanye dan alat peraga kampanye sudah jelas tertuang dalam Peraturan PKPU nomor 15 tahun 2023 pasal 70 .

Dimana bahan kampanye dilarang ditempel atau beredar di tempat ibadah,rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan,tempat pendidikan, meliputi gedung dan/atau halaman sekolah dan/atau perguruan tinggi,gedung atau fasilitas milik pemerintah,jalan-jalan protokol,jalan bebas hambatan,sarana dan prasarana publik,dan/atau taman dan pepohonan.

Penulis berharap, kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),Komisi Pemilihan Umum (KPU) , Pemerintah daerah melalui satpol PP untuk bertindak tegas, dan menertibkan bahan kampanye yang sudah terlanjur terpasang di pohon.Hal ini sesuai dengan etika pemasangan alat peraga kampanye pada PKPU 15 tahun 2023, yang menyebutkan pemasangan alat peraga kampanye atau bahan kampanye Pemilu harus dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota.