PN Makassar Tolak Esepsi Terdakwa Dugaan Korupsi PDAM Makassar, Tetap Disidangkan

Hukum17 views

Wartasulsel.net || Makassar- Eksepsi terdakwa H. Haris Yasin Limpo, MM., dan Terdakwa Irawan Abadi, SS.,M.Si ditolak Hendri Tobing, S.H.,M.H selaku majelis hakim pada PN Tipikor Makassar Dengan demikian, kasus perkara korupsi penggunaan dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar tetap disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar.

“Dalam putusan selanya majelis hakim PN Tipikor Makassar menolak seluruh keberatan (eksepsi) dari PH terdakwa kata,” Kasipenkum Kejati Sulsel Soetarmi, S.H.,MH, Senin (20/5/2023).

Daeng Manye

Dalam surat dakwaan menyatakan Terdakwa Ir. H. Haris Yasin Limpo, MM., dan Terdakwa Irawan Abadi, SS., M.Si telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Kota Makassar Untuk Pembayaran Tantiem Dan Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017 Sampai Dengan Tahun 2019 Dan Premi Asuransi Dwiguna Jabatan Walikota Dan Wakil Walikota Tahun 2016 Sampai Dengan Tahun 2019.

“Sehingga perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan daerah kota khususnya PDAM kota Makassar dengan nilai total Rp.20.318.611.975,60,” ungkap Soetarmi, S.H.,MH,

Terdakwa melanggar pasal Primer pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 undang-undang RI Nomor : 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Undang-undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang perubahan. Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Subsider pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Undang-undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Majelis hakim memutuskan akan melanjutkan persidangan dengan agenda menghadirkan alat bukti saksi-saksi berikutnya yang di agendakan pada hari senin tanggal 05 Juni 2023 di PN Makassar.

(RUD).