Cibiran Warga Baraya BLT Dipotong, Bu Lurah Angkat Bicara

Peristiwa138 views

Wartasulsel.net || Makassar- Lurah Baraya Kecamatan Bontoala akhirnya memberikan klarifikasi Perihal kabar bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 25.000 untuk warga Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala yang dikabarkan dipotong Jumat (25/11).

“Itu tidak benar, bukan orang Kelurahan Baraya yang melakukan pemotongan,” ucap Hamdana ke Wartasulsel.net.

Daeng Manye

Bu Lurah Baraya mengatakan Munir itu seorang pedagang gorengan yang hampir tiap hari jajakan dagangannya di Kantor Kelurahan Baraya yang diduga memotong bantuan langsung tunai (BLT). Jadi saya selaku lurah mengklarifikasi tentang tudingan yang beredar di warga dan media.

“Sebelumnya Munir sudah bertemu dengan saya dan meminta maaf atas peristiwa itu, dan berjanji akan mengembalikan uang itu ke warga,” beber Hamdana.

Pemicu terjadinya peristiwa kesalahpahaman awalnya Munir telah menyampaikan kelima orang warga bahwa Ada namamu disitu di Kantor Kelurahan, datang ki ambil ki di kantor lurah. Tapi bala bala nya na saya kasi tau ko, Rp 25.000 beng na minta kata Hamdani meniru perkataan Munir.

“Jadi sudah jelas bukan pihak kantor kelurahan Baraya yang menyuruh Munir,” tutupnya.

Ditambahkan Hamdana bahwa Munir ini anak yatim berjualan gorengan dan sering datang ke kantor lurah dan staf kantor banyak yang merasa kasihan.

Komentar Warga Baraya

Menurut pengakuan salah seorang warga penerima BLT yang enggang di sebut namanya, mengatakan” Iye pak dia mintaki kita semua biaya senilai Rp. 25.000 katanya untuk biaya administrasi supaya bisa di dapat Surat BLT tersebut sejumlah warga.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) dipotong Rp 25.000 per kartu keluarga menjadi alasan staf kelurahan.

“Hal dikemukakan pula Ilham selaku ketua RT (B) sangat kaget dengan adanya pemotongan BLT itu dikeluhkan warganya, sepengetahuan saya dari dulu tidak ada seperti itu,”tuturnya.

(RUD).