by

Beredar Kabar Pasar Grosir Butung Tutup, Pedagang Sebut Itu Tidak Benar Alias Hoax

Wartasulsel.net || Makassar – Pedagang Pusat Grosir Butung menyayangkan dan mengecam oknum-oknum yang menyebarkan hoaks atau berita bohong dengan menyebut bahwa pusat grosir butung tutup, padahal nyatanya hingga saat ini Pusat Grosir Butung tetap buka dan beroperasi seperti biasanya.

Demi kenyamanan pedagang yang ada saat ini di Pusat Grosir Butung dalam beraktivitas. Haji kadir dan beberapa pedagang lainnya meminta aparat hukum menindaki penyebar berita bohong atau hoaks karena telah merugikan pedagang dan mengganggu perputaran ekonomi di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur

Terkait unjuk rasa yang akan dilakukan pihak-pihak yang mengaku berasal dari Asosiasi Pedagang Pusat Grosir Butung, Selasa (06/09/2022) pagi ini. Sekretaris Koperasi Bina Duta, Baharuddin mengatakan bahwa pusat grosir butung tidak memiliki asosiasi.

“Perlu diketahui pusat grosir Butung tidak memiliki asosiasi,” kata Baharuddin.

Adapun oknum yang mengaku koordinator pedagang terzolimi oleh pengelola pusat grosir butung kata Burhanuddin juga bukan pedagang pusat grosir butung.

“Padahal semua pedagang pusat grosir butung tahu mereka adalah pedagang bermasalah yang tidak ingin membayar sewa kios/losd ke pengelola serta  beberapa kali diingatkan tapi malah buat aksi unjuk rasa yang mengakibatkan pedagang yang lain tidak nyaman dan rugi akibat ulah pedagang bermasalah tersebut,” ucap Baharuddin.

Seharusnya, kata Baharuddin pedagang yang bermasalah tersebut bila ingin berdagang harus mengikuti peraturan dan tata tertib di dalam kawasan pusat grosir butung.

“Bukan membuat ulah dengan berdemo/unjuk rasa yang merugikan pedagang lain,” Baharuddin.

Seperti diketahui hari ini, pihak-pihak yang mengatasnamakan Asosiasi Pedagang Pusat Grosir Butung akan melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Makassar dan Pusat Grosir Butung.

Dalam himbau aksi unjuk rasa tersebut H. Mahyudin bertindak selaku ketua Asosiasi Pedagang Pusat Grosir Butung sementara Asriadi Doloking sebagai Koordinator Pedagang yang terzolimi.(*)