by

Kok bisa ? Seorang Warga Garassi Pendidikan Tidak Tamat SD, Menyuruh Camat Tinggimoncong Gowa Selaku PPATS Buat Akta Jual Beli.

Wartasulsel.net || Gowa -Seorang warga bernama Haslinda warga Desa Garassi kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa mengaku tak percaya jika Jamaluddin Daeng Barang suaminya dijadikan tersangka oleh pemerintah atau negara melalui jaksa bilang suamiku memberikan keterangan palsu atau menyuruh Camat Tinggimoncong membuat akta jual beli.

“Menurutnya, itu terlihat mengada-ada, aneh bin ajaib, dan tidak masuk akal,” kata Haslinda ke Wartasulsel.net Rabu (17/8/2022) siang.

Haslinda untuk mendapat keadilan sangat susah dan menempuh jalan berliku liku dan sangat berat’ saya dan anak-anak’ hidup sangat susah selama suamiku ditahan oleh jaksa sungguminasa.

“Sebab menurutnya, Jamaluddin Dg Barang itu, bukan penguasa, bukan pejabat, melainkan seorang rakyat biasa yang notabene yang pendidikannya tidak tamat SD,” ucap Haslinda.

Apa yang menjadi tuduhan jaksa terhadap suaminya. Haslinda untuk mendapatkan keadilan menempuh jalan berliku dan berat.
Penanganan sudah berjalan kurang lebih dua bulan dan masih berjalan di pengadilan.

“Dimana dalam penyelidikan yang menjadi tuduhan penyidik polda sulsel lalu ditingkatkan menjadi tersangka, dan berproses di pengadilan negeri gowa. Ini sangat tidak manusiawi dan tidak dapat diterima akal sehat,” tutur Haslinda.

Mirisnya masa pembeli dijebloskan di tahanan oleh jaksa sungguminasa. Selama ditahan kehidupan dan biaya pendidikan anak saya sangat susah karena mengandalkan dari suami.

Hal itu dikemukakan pula Aktivis Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) DPD Sulsel Andi Pangeran menjelaskan bahwa Jamaluddin bukan seorang pemerintah kecamatan yang mempunyai wewenang pembuat akte jual beli.

“Jadi apa yang dikatakan istri Jamaluddin itu dibenarkan secara hukum,” ucap Andi Pangeran.

Aturan hukum, dalam akte jual beli harus bertanda tangan di depan PPAT yang bertanggung jawab penuh.

“Logika hukum bahwa yang membuat akta jual beli bukan Jamaluddin tatapi wewenang” PPAT,” ucap Andi.

Bercerita banyak tentang kasus ini
Andi Pangerang mengemukakan pernah mendampingi Jamaluddin, pada waktu itu keberatan dalam penyelidikan BAP di bagian unit Tahbang kepolisian Polda Sulsel kapasitas kuasa hukum.

Di mana dalam penyelidikan yang menjadi tuduhan penyidik polda sulsel lalu ditingkatkan menjadi tersangka oleh kejaksaan gowa dan Jamaluddin Dg Barang sebagai terdakwa di pengadilan negeri gowa.

Terpisah Cala warga Batulapisi Desa Malino Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa mengungkapkan pula merasa tak percaya bahwa Jamaluddin yang menyuruh camat membuat akta jual beli.

Adapun Jamaluddin membeli tanah tersebut pinjam uang kepada saya, tujuan membeli tanah.

Sekitar setahun atau dua tahun, hal ini mengapa saya ketahui karena uang saya dia pinjam
Jamaluddin , awalnya pinjam uang tiga kali secara bertahap, 1 Rp 20.000, Rp 10.000 juta dan Lanjut Rp 30.000 juta lebih, terang Cala.

Lanjutnya Cala sampai saat ini yang bersangkutan belum membayar utang tersebut, lagi kena musibah tutupnya.

(RUD)