by

Warga Parkir Mobil di Lorong Karena Tak Punya Garasi, Lurah dan Camat ‘Lempar Handuk’

Wartasulsel net || Makassar- Warga yang tinggal di salah satu lorong yang berada di Jalan Andalas, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar diresahkan dengan mobil yang terparkir di lorong. Betapa tidak mobil tersebut menghalangi kendaraan lainnya yang hendak keluar masuk dari lorong.

D, salah seorang warga yang tinggal di lorong tersebut mengaku bahwa hal tersebut telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Ia pun mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat namun tak kunjung mendapatkan solusi.

“Saya sudah mengadu ke lurah, camat bahkan sampai ke polisi, tapi tidak ada solusinya,” kata D, Sabtu (6/8/2022).

Terpisah, Lurah Melayu Khairil Anwar mengaku telah melakukan mediasi antara warga yang memarkir mobilnya di lorong yang diketahui bernama Subair tersebut. Namun hasil mediasi tersebut juga tak berbuah hasil.

“Sudah kami mediasi antara kedua belah pihak, saat itu sepakat pak Subair bisa memarkir mobilnya di depan kantor pak D, tapi ternyata masih parkir lagi di lorong. Makanya kami sarankan pak D untuk menemui pihak kecamatan,” kata Khairil Anwar saat dikonfirmasi terpisah, Senin (8/8/2022).

Sementara itu, Camat Wajo Puspawati Hera juga mengaku telah mengutus petugas trantib untuk melakukan mediasi seperti yang dilakukan oleh pihak kelurahan. Namun mediasi tersebut juga menemui jalan buntu.

“Bukan menyerah, kami sudah mediasi dan menyampaikan berulang-ulang oleh Kepala Seksi Trantib. Yang bersangkutan tetap bersikeras. Jadi di sarankan kepada pelapor untuk melaporkan ke kepolisian,” ucapnya.

Belakangan D pun mendatangi Polsek Wajo sebagaimana arahan dari pihak kecamatan. Namun pihak kepolisian justru mengatakan bahwa kasus tersebut tidak perlu ditangani oleh pihak kepolisian dan seharusnya bisa diselesaikan oleh pihak kecamatan.

“Ya seperti itu lah, jadi saya juga bingung sekarang mau melapor kemana. Karena ini sudah satu tahun. Saya sekarang terpaksa harus mengalah memarkir mobil saya di luar lorong agar bisa tetap beraktivitas,” D menimpali.

(RUD)