by

Lidik Pro dan Pasmindo Siap Drop 4.000 Pekerja Ladang Ke SOP Sarawak Oil Palms Malaysia

Wartasulsel.net || Makassar  – Lidik Pro Indonesia melalui Badan Usaha dan Badan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Perkumpulan Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (PASMINDO) akan melakukan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Ladang SOP Sarawak Oil Palms yang terletak di Serawak negara Malaysia.

Sebanyak 4.000 CPMI akan direkrut di seluruh tanah air untuk memenuhi kuota dari Sarawak Oil Palms SOP Corporate Services SDN.BHD.

Hal ini Diungkapkan langsung Foreign Worken manager (Sourcing Unit) Mr Teo Zi Kiong selaku Hr kepada wartawan di Ballroom Finisi Hotel Claro kota Makassar pada Minggu (19/06/2022) siang.

Mr Teo menjelaskan jika kedatangannya ke Kota Makassar khusus untuk menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di perusahaanya.

“Kami membutuhkan tenaga kerja sektor perkembunan dengan berbagai keahlian seperti menombak,sabit,operator lori dan masih banyak pekerjaan lain. Olehnya itu, Kami menjalin kerja sama dengan Lembaga Lidik Pro dan Pasmindo untuk memenuhi kuota yang ada, Wadah yang dinahkodai Agus Salim ini banyak membantu penempatan prosedural sesuai undang-undang di Indonesia tentunya,” panjang lebar Mr Teo.

Mr Teo juga berharap agar pemerintah dalam hal ini gubernur dan para bupati di Sulsel dapat membantu para CPMI dalam melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk kelengkapan paspor.

Lidik Pro Ingatkan Imigrasi Tidak Terima Rekomendasi Selain dari BP2MI

Ditempat yang sama Sekjen Lidik Pro sekaligus salah satu pengurus Pasmindo, Muh darwis k mengapresiasi langkah pasmindo dan SOP Sarawak Oil Palms untuk menjalin kerja sama dalam rangka memberi kemudahan kepada CPMI untuk bekerja disektor lain.

Darwis juga menegaskan, Satgas PMI Sulsel akan terus aktif bergerak melakukan pencegahan penempatan CPMI Non-prosedural.

” Saya selaku Ketua Satgas PMI Sulsel tentu tiada henti2nya melakukan upaya-upaya pencegahan penempatan CPMI non prosedural. Dan ini bisa dilakukan ketika semua fihak koperatif dalam melakukan pencegahan secara bersama-sama, contohnya Imigrasi tidak boleh terima rekomendasi selain dari BP2MI,” tegas Darwis.

Darwis menambahkan, Banyak kebocoran yang disinyalir dimainkan oleh oknum oknum cukong dan di dalam tubuh imigrasi sendiri.

“saya berharap agar Kakanim imigrasi tidak jenuh dan bosan melakukan pemeriksaan terhadap para pengawainya karena sampai hari ini masih banyak kebocoran,” tutup darwis.